Insiden Kecil

1.6K 16 2
                                        


"Buset nih Rumah segede gini gue harus nyari Om Reynald ke mana coba? Bisa-bisa gue nyasar di sini!" Plorin mendengkus sangat kesal, dia mengedarkan pandangannya secara terus-menerus, hanya saja dia memang tidak mempunyai feeling di mana Reynald berada.

"Tante?"

Suara anak kecil memecahkan lamunan Plorin yang kemudian dia mengalihkan pandangan dan memperhatikan anak kecil yang tengah melangkahkan kaki ke aranya.

"Al?"

"Ya?"

Anak laki-laki yang sekarang berada di hadapan Plorin adalah Alxend, dia adalah Anak kandung Reynald dan kedatangan Alxend membuat Plorin terdiam karena ada sesuatu yang teringat, hingga kemudian dia berjongkok agar posisinya dan Alxend sejajar.

"Al, Tante mau tanya dong sama Al."

"Tanya apa?"

"Emh ... tadi kan Tante diajak sama Daddy Al ke sini, cuma di depan ada kesalahan yang Tante perbuat, kayak salah paham gitu sama Daddy-nya Al. Nah sekarang ... Tante mau bicarain semua itu, tapi Tante gak tahu di mana Daddy-nya Al berada."

"Al tahu gak kira-kira Daddy ada di mana?" Plorin berbicara dengan begitu baik, bahkan senyumannya sangat tergambarkan sambil memperhatikan anak laki-laki pemilik paras yang tampan itu.

"Mungkin di kamar," jawab Al dengan enteng.

Mendengar jawaban itu membuat Plorin terdiam dalam beberapa saat, dia berpikir dengan penuh keseriusan. "Boleh anterin Tante ketemu sama Daddy gak?" tanya Plorin dengan baik-baik.

Sebuah anggukkan Al berikan, hingga kemudian mereka melangkahkan kaki dan sampai di pintu kamar Reynald, hanya saja Plorin merasa kalau dia yang mengetuk pintu langsung, dia merasa kalau Reynald tidak akan mau membuka pintu.

"Boleh minta tolong sekali lagi tidak?" tanya Plorin.

Kening Al mengernyit.

"Tolong dong, Al yang panggil Daddy, biar Daddy mau keluar dari kamar."

"Nyuruh terus!"

Plorin merasa kaget mendengar jawaban yang baru saja Al berikan, dia hendak melarang Al untuk melakukan hal tersebut kalau Al merasa keberatan, hanya saja dia membutuhkannya, sehingga dia memilih untuk diam.

Ditemani sebuah perasaan kesal, Al mengetuk pintu kamar Daddy-nya. "Dad!" panggil Al dengan suara khas anak kecil.

"Iya, ada apa?" tanya Reynald dari dalam.

"Bisa keluar sebentar?"

"Kamu saja yang masuk," timpal Reynald, dia tengah duduk di sofa sambil mencoba untuk menenangkan pikirannya.

"Daddy yang keluar."

Hembusan napas panjangnya keluar, dia memijat kepalanya yang terasa pening, dia sebenarnya tidak ingin beranjak, hanya saja dia ingat siapa yang sudah memanggilnya.

Semuanya Reynald lakukan, dia melangkahkan kaki keluar dari kamarnya, hingga kemudian dia membuka pintu, dia hendak mengukirkan senyumannya, tapi wajah yang pertama dia lihat adalah wajah perempuan yang sudah mengingatkan dia pada hal yang tidak ingin dia ingat.

"Ada apa Al?" Reynald sebenarnya sudah curiga kalau bukan Al yang ada urusan atau menginginkan sesuatu.

"Tante ini mau bicara sama Daddy," ucap Al apa adanya.

"Bisa pergi dan meninggalkan Daddy dengan Tante Plorin?"

Al menganggukkan kepala dan kemudian dia melangkahkan kaki menjauh dari tempat ini, karena dia sendiri merasa tidak ingin tahu akan urusan mereka.

Hasrat Cinta Sang DudaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang