Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya, membuat Reynald melangkahkan kaki mendekat.
"Tuan permisi. Tuan, apakah Tuan ada di kamar?"
"Ya, ada apa?"
Reynald membuka pintu dan memperhatikan seorang wanita yang merupakan pengasuh Anaknya, dia mengernyit saat melihat ekspresi gelisah yang dipasang oleh orang tersebut.
"Badan Tuan Al panas banget, semalam belum panas seperti itu, tapi sekarang panas banget dan saat saya membangunkannya, dia malah rewel Tuan." Wanita pemilik nama Genis itu berucap dengan nada yang terdengar begitu khawatir.
Mendengar hal itu membuat Reynald langsung melangkahkan kakinya, dia berjalan menuju ke kamar anaknya, sampai pada akhirnya dia langsung masuk dan melihat Anaknya yang masih tertidur, tapi dengan raut wajah yang tidak seperti biasanya.
Tangan Reynald memegangi kening Anaknya yang memang terasa jelas kalau suhu tubuhnya begitu panas, dia terdiam beberapa saat sambil memikirkan apa yang sudah terjadi kemarin, hanya saja dia merasa tidak ada hal yang bisa memicu demam.
"Al, bangun. Udah siang," ucap Reynald sambil menepuk-nepuk pelan pipi Anaknya.
"Al, bangun."
"Mommy!"
Deg!
Mendengar apa yang sudah Al ucapkan, membuat Reynald terdiam dengan sebuah rasa kaget yang begitu besar, dia terus memperhatikan Anaknya yang tengah memeluk guling dengan begitu erat dan raut wajahnya terlihat sangat gusar.
"Mommy! Mommy, em ... Mommy!"
Dengan seketika air mata Al keluar bersamaan dengan keringat yang terlihat keluar dengan begitu banyak, hanya saja Reynald tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang, dia memikirkan hal tersebut penuh dengan keseriusan.
"Al, ini Daddy. Bangun, Al mimpi apa."
Reynald masih berusaha untuk membangunkan Al dari tidurnya, tapi waktu berlalu Al malah terus mengigau dan berujung dengan Reynald yang langsung memangku Al.
"Hei, bangun. Ini Daddy, kamu mimpi apa?"
Tidak sampai di sana, karena Al yang terlihat kesusahan bangun yang mungkin dari mimpi buruk atau sebagainya, membuat Reynald dengan seketika berdiri, dia berusaha untuk terus menenangkan Al yang membuat Genis merasakan sebuah perasaan yang sulit untuk dia jelaskan.
Ada sebuah rasa kasihan yang besar pada Al, juga dia merasa salut pada Reynald yang begitu perhatian pada Anaknya, bahkan selama ini banyak hal yang Reynald lakukan untuk mengejar kebahagiaan Anaknya.
Secara perlahan Al membuka matanya, dia mengerjap-ngerjap matanya beberapa kali karena merasa silau dengan cahaya yang sudah masuk ke kamarnya, hingga kemudian dia memperhatikan Reynald dengan tatapan yang begitu dalam.
"Kamu mimpi apa? Kenapa susah sekali untuk bangun, sampai siang seperti ini dan badan kamu sudah panas?"
Mau bagaimana pun Reynald tetap khawatir, karena Al adalah anak kandungnya.
"Mommy."
Jawaban itu dengan seketika membuat Reynald memejamkan matanya dengan sangat dalam, karena lagi-lagi rasa sesak di dadanya dia rasakan, dia mengelus-elus kepala Anaknya.
"Jangan terlalu dipikirkan ya ... Mommy udah tenang di sana," ucap Reynald sambil terus menatap Anaknya.
"Daddy tidak mau mencari Mommy baru?"
Pertanyaan itu terdengar begitu serius, bahkan dari cara Al menatapnya, terlihat jelas kalau dia menaruh harapan yang cukup banyak pada Daddy-nya untuk bisa mencari Mommy baru.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hasrat Cinta Sang Duda
Romance"Ah! Kenapa Om malah nyium leher saya?!" "Panggil saya Om lagi, saya cium bibir kamu!" Kedua bola mata cokelat milik perempuan itu dengan seketika membulat, dia menatap laki-laki yang ternyata saat dia perhatikan dengan santai, wajah laki-laki itu t...
