Perkara Permen Cokelat

2.2K 26 0
                                        


"Siapa yang sudah memberikan Anak saya permen cokelat murahan itu?!" tanya Reynald sambil memperhatikan pegawai yang sudah dikumpulkan di sebuah tempat.

Terlihat jelas kalau hampir semua kepala menunduk, karena merasakan sebuah rasa takut yang begitu jelas, apalagi amarah yang ada di wajah Boss mereka begitu nampak.

"Kenapa tidak ada yang jawab?! Siapa yang sudah memberikan Anak saya permen cokelat yang murahan itu?!"

Mereka sama-sama menggelengkan kepalanya, hanya saja Reynald sama sekali tidak merasa percaya dengan apa yang sudah mereka ucapkan, bahkan hembusan napasnya begitu kasar sebab dia sangat menyayangi Anaknya, kemudian dia melihat Anaknya yang memakan permen cokela yang merk-nya saja tidak ada.

"Kalau tidak ada yang jawab siapa yang sudah memberikan Anak saya permen cokelat itu, makaa saya akan memecat kalian semua?!" ancam Reynald yang begitu membuat mereka merasakan yang namanya takut.

"Pak, ini hasil rekaman CCTV-nya, sudah ditemukan siapa yang memberikan permen cokelat kepada Tuan muda." Seorang pria menunjukkan rekaman CCTV itu pada Reynald yang membuat Reynald langsung memperhatikan rekaman itu.

Kening Reynald dengan seketika mengernyit, dia mencoba untuk memperhatikan siapa orang itu, dia merasa tidak asing dengan siapa perempuan tersebut, hanya saja posisi wajahnya tidak nampak di CCTV.

"Em, permisi! Maaf, saya telat."

Semua pasang mata dengan seketika teralihkan ke arah di mana seorang perempuan yang baru saja menghentikan langkah kakinya, setelah sebelumnya dia melangkah dengan sangat terburu-buru.

"Maaf Pak, saya telat. Saya tadi kebelet, makanya ke WC terlebih dahulu dan saya tidak tahu di mana Ruangan ini berada, sehingga saya muter-muter terlebih dahulu sampai pada akhirnya bisa menemukan Ruangan ini."

Pandangan Reynald terus terfokuskan memperhatikan Plorin yang tengah memrapikan pakaiannya, hingga kemudian Reynald kembali mengalihkan pandangan memperhatikan rekaman CCTV yang sudah diberikan.

"Kamu, ikut saya!"

Mendengar sebuah kalimat yang keluar dengan nada bicara yang sangat serius, bahkan cara Reynald menatapnya juga terlihat sangat serius, membuat Plorin merasakan tanda tanya yang sangat besar.

"Em ... ada apa ya Pak?" tanya Plorin dengan suara yang terdengar cukup gemetar.

Bukannya memberikan sebuah jawaban, Reynald malah langsung melangkahkan kaki yang membuat Plorin kebingungan, dia mengedarkan pandangannya ke sana ke mari, hanya saja saat melihat bagaimana mereka semua menatapnya membuat Ploris semakin terjebak dalam suasana yang tidak enak.

Sudah merasa penasaran dengan hal yang membuat Reynald memanggilnya, membuat Plorin melangkahkan kaki untuk mengejar Reynald, hingga kemudian dia sampai di sebuah Ruangan yang hanya terdiri dari dia dan Reynald.

"Em, ada apa ya Pak?" tanya Plorin dengan raut wajah yang sama sekali tidak menunjukkan kalau dirinya mempunyai salah.

"Ceritakan apa yang sudah kamu lakukan di Kantor dari pagi sampai sekarang!" seru Reynald tanpa mau menatap Plorin, bahkan posisinya benar-benar membelakangi Plorin.

"Emh ... saya hanya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan." Plorin merasa tidak melakukan hal yang aneh-aneh.

"Harus memberikan anak kecil permen cokelat murahan?"

Pertanyaan itu dengan seketika membuat Plorin terdiam, dia memperhatikan Reynald yang sudah terlihat sangat marah, dia tidak lupa kalau memang dia sudah memberikan permen cokelat, hanya saja dia masih tanda tanya.

Hasrat Cinta Sang DudaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang