Ditinggal Selamanya

1.7K 23 6
                                        


"Lah ini mau ngapain sih ke Mall?" tanya Plorin dengan sebuah kebingungan yang jelas, sementara Reynald terus melangkahkan kaki tanpa memberikan jawaban pada Plorin yang membuat Plorin mendengkus kesal.

"Gini amat jalan sama Om-om!" ketus Plorin yang benar-benar merasa sangaat kesal, hingga kemudian Plorin melangkahkan kaki dengan cepat untuk mengejar Reynald yang sudah cukup jauh, karena langkah Reynald lebih panjang darinya.

"Ilang kan dia? Hih!"

Dengan sangat dalam Plorin menarik napasnya, hingga kemudian dia melihat ada orang yang menemani Reynald juga dirinya berada di depan sebuah store yang kemudian Plorin melangkahkan kakinya masuk.

"Lah, tempat pakaian perempuan? Om mau beli baju untuk siapa?" tanya Plorin dengan begitu polosnya.

Tidak menjawab pertanyaan Plorin, karena Reynald tengah menunggu seseorang sampai kemudian ada seorang wanita yang melangkahkan kaki sambil membawa satu set pakaian dan Plorin hanya bisa menghembuskan napasnya dengan cukup panjang.

"Coba dulu," ucap Reynald sambil melirik ke arah di mana Plorin berada.

Ditemani dengan rasa ragu dan bingung, Plorin menunjuk ke arah dirinya sendiri. "Saya? Saya yang harus mencoba baju itu?"

"Apa mungkin saya yang harus mencobanya?" tanya balik Reynald yang membuat Plorin memutar bola matanya malas.

"Padahal kalau jawab iya, gitu saya yang harus mencobanya kan lebih baik, dibandingkan mengajukan pertanyaan itu!" Plorin berdecih kesal, sementara Reynald hanya menggelengkan kepalanya.

"Ya sudah, nitip!" Plorin memberikan tas dan juga handphone-nya pada Reynald.

Selama ini Plorin sering bersikap berbeda saat dia berada di Kantor dengan saat dia hanya berhadapan dengan Reynald dan semua itu sama sekali tidak Plorin rencanakan, dia hanya bersikap sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran dan yang tengah hatinya rasakan.

Awalnya semua biasa saja, bahkan Reynald memperhatikan handphone-nya sambil membaca pesan masuk yang sudah dikirimkan seseorang, sampai kemudian dia mendengar ada sesuatu yang berbunyi.

Reynald tidak berniat untuk mencari tahu, apalagi masuk ke privasi Plorin, hanya saja saat dia melihat handphone Plorin yang menyala, membuat Reynald melirik dan kebetulan pesannya muncul dan bisa dia baca awalnya.

Isi pesannya tidak begitu penting, hanya saja pandangan Reynald malah salah fokus, dia melihat ke arah lockscreen handphone Plorin yang dia yakini kalau itu terlihat seperti foto orang.

Merasa penasaran dengan lockscreen handphone Plorin, membuat Reynald dengan sengaja hendak membuka layar handphone Plorin, meski dia tahu kalau untuk membukanya harus memasukan kata sandi, hanya saja dengan melakukan itu membuat pesannya hilang dan keseluhan lockscreen bisa dia lihat.

"Ini foto siapa?" tanya Reynald sambil terus memperhatikan foto laki-laki yang wajahnya tidak begitu nampak, karena pose laki-laki itu menghadap ke samping.

Sebenarnya Reynald masih merasa penasaran dengan siapa laki-laki itu, hanya saja dia mendengar suara langkah kaki yang membuat dia mengalihkan pandangan dan melihat Plorin yang sudah berganti pakaian menggunakan baju yang dia pesan.

"Bagaimana Om?" tanya Plorin dengan sebuah senyuman yang terukir dengan sangat indah, bahkan senyuman yang kali ini Plorin ukirkan membuat Reynald lupa pada tanda tanya yang ada dalam pikirannya.

Kening Plorin mengernyit, kala dia melihat Reynald yang malah terdiam, padahal dia sangat menunggu jawaban dari Reynald. "Om ih!" panggil Plorin dengan sebuah kekesalan.

Hasrat Cinta Sang DudaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang