Halo orang-orang baik!(. ❛ ᴗ ❛.)
Sebelum kalian lanjut scroll Zaza mau ingetin kalian, baca sebentar ya cinta-cintaku:)
Sebenarnya Zaza cuman mau ngingetin ke kalian semua, kalau semua yang ada di cerita ini hanyalah ‘FIKSI’, ya.
Jadi, segala apapun yang ada di dalamnya hanya karangan semata. Jangan kaitkan kehidupan nyata para idol/visual dengan yang ada didalam cerita ini, ya!
Aku harap kalian bisa mengerti antara yang fiksi dengan yang tidak, okey?
Udah gitu aja. Terimakasih sudah mampir dan happy reading all(。•̀ᴗ-)✧
-
-
-
Cklek.
“Reyhan pulang...”
Seperti biasa, tidak ada satupun manusia yang merespon ucapan Reyhan, karena memang tidak ada anggota keluarga lain yang ada di rumah Reyhan selain dirinya sendiri.
“Den Reyhan sudah pulang? Mau langsung makan atau istirahat dulu, Den?” Tanya Bi Ami dengan lembut.
“Reyhan mau istirahat aja Bi, mau tidur. Reyhan capek banget.” Reyhan tidak berbohong, ia memang merasakan tubuhnya semakin lemas, serta perutnya yang tidak berhenti terasa mual.
Bi Ami hanya diam dan menganggukkan kepalanya.
Reyhan segera naik menuju kamar, Reyhan mempercepat langkahnya saat ia merasa perutnya seperti mendorong sesuatu untuk keluar.
Dan benar saja...
Huek...
Huek...
Huek...
Tubuh Reyhan melemas ketika seluruh isi perutnya keluar. Padahal, ia sudah memaksakan diri untuk tetap makan meskipun tidak memiliki selera sedikitpun. Cairan merah kental keluar dari hidungnya. Napas Reyhan kini mulai terasa sesak. Diikuti dengan dada sebelah kiri yang juga terasa sakit.
“S-sakit...”
Reyhan masih mencoba menghentikan darah yang keluar dari hidungnya, sedang tangannya yang lain membersihkan sisa muntahan yang keluar dari mulut.
Reyhan berada di kamar mandi cukup lama, sekitar dua puluh menit. Ia benar-benar mengeluarkan semua isi perutnya, sekaligus mengeluarkan semua sisa-sisa tenaga yang ia miliki.
Setelah berhasil keluar dari kamar mandi, Reyhan berjalan menuju ke lemari kecil yang ada di pojokan kamarnya.
Dengan bantuan tembok dan juga sisa tenaga yang ia miliki, Reyhan mengambil sebuah alat bantu pernapasan —yang biasa disebut nebulizer miliknya dan menaruh benda itu di meja kecil yang berada tepat di samping ranjangnya.
Dada Reyhan masih sesak, tetapi hidungnya terasa lembab. Ia takut tiba-tiba mimisan jika mengenakan nebulizer. Reyhan tidak mau itu terjadi. Maka dari itulah Reyhan tidak jadi memakainya.
Ia malah pergi ke kasur, lalu menghempaskan tubuh kecilnya kesana dan menarik selimut agar tubuhnya yang menggigil bisa tertutupi.
“S-sakit banget argh...” Reyhan memeluk gulingnya dengan erat, menjadikan benda mati itu sebagai pelampiasan atas rasa sakit yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.
“J-jangan mimisan lagi please.”
Kondisi Reyhan semakin memburuk...
Reyhan tidak ingin terus-terusan menyusahkan Bi Ami, jadi ia memutuskan untuk berjuang sendirian kali ini.
Reyhan berusaha beranjak dari kasurnya, lalu mencoba menghentikan pendarahannya dengan tisu, ia bersyukur karena beberapa menit kemudian hidungnya mulai berhenti mengeluarkan darah.
“Huft...” Kini giliran dada Reyhan yang terasa sangat sesak. Ia sampai kesulitan bernapas.
“Tuhan... I-ini terlalu sakit...”
“Reyhan nggak k-kuat argh...”
Tubuh Reyhan sudah tidak mampu lagi. Reyhan sudah sangat lelah, tubuhnya terasa lemas, bahkan untuk menarik selimut saja Reyhan harus berusaha sekuat tenaga.
“Kak Mahen, kakak d-dimana?”
“Tubuh Reyhan s-sakit banget, kak. Tolongin Reyhan...” Lirih Reyhan sembari membayangkan sosok Mahen. Bahkan di kondisinya yang seperti ini, tetap Mahen yang ada di pikiran seorang Reyhan Jean Nugraha.
Dan pada akhirnya, Reyhan yang sedang dalam kondisi parah pun tertidur. Ia tertidur dengan kondisi tubuh yang kacau. Kepalanya sakit, dadanya sesak, serta perut yang bergejolak tidak karuan.
Kalau boleh jujur, Reyhan ingin rasa sakit yang ia derita selama ini hilang, ia sangat ingin. Ia ingin bisa bermain dengan leluasa diatas bumi ini, meskipun hanya sebentar.
Tetapi Reyhan juga tidak bisa melawan takdir. Mau tidak mau ia harus tetap menjalani hidupnya, meskipun ditemani oleh rasa sakit dan kesedihan.
KAMU SEDANG MEMBACA
REYHAN [TERBIT]
Fiksi Umum[Brothership not BxB, family, angst] Part lengkap. Reyhan tidak membutuhkan uang, Reyhan tidak membutuhkan kemoterapi yang harus ia lakukan dua minggu sekali selama seumur hidup. Reyhan juga tidak membutuhkan tiga butir obat yang setiap hari harus d...
![REYHAN [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/352407742-64-k714686.jpg)