Nerve : Chapter 7

29 2 4
                                        

Background Song : Upgirls - Moving On (Keira & Helsinki Moment)

Di restoran Mie Gacoan Ancol. Dean sedang mengetik domain web Nerve di tablet yang ia bawa sambil menggigit sumpit.

Dean pun menaruh sumpit mie-nya di atas makanan pesanannya yang masih hangat lalu melihat kembali layar tabletnya yang terpampang Nerve.

Dean melihat ada tulisan watcher dan player ia pun bergumam.

"Nggak keduanya, apa itu bisa jadi pilihan?"

Dean pun memilih tombol watchers dan ia melihat ada tulisan.

[Tonton pemain favorit Anda]

[Harga : Rp. 200.000 untuk per 24 jam]

Dean pun memencet tombol OK ia pun mengambil mie goreng level 4-nya lalu mengunyahnya.

"Baiklah, bagaimana dengan anak pertama gue, sekalian?"

Dean melihat ada tulisan masukkan ID sidik jari anda. Tanpa basa-basi Dean pun memasukkan ID menggunakan jari jempolnya.

[Selamat Datang Pengamat : Dean Supit]

[Kamu Sekarang : Anon#55678]

Dean pun melihat leaderboard penonton terbanyak Nerve. Dean melihat Helsinki dan FuckingBaronne ada di peringkat lima dan empat.

Dean pun mengetik nama asli Kei yaitu Keira Bhaskara dalam pencarian pemain. Dean pun langsung bergumam sejenak sebelum menonton.

"Gotcha!"

Dean melihat Keira sedang berada di butik dan memakai gaun berwarna merah cerah. Dean pun menghabiskan makanannya lalu melihat rekaman dari Keira.

"Sedang apa lo Kei, Kei?" gumam Dean sambil mengunyah makanannya.

*****

Di butik ada Keira yang sedang di rekam oleh Helsinki. Keira sedang mencoba-coba sepatu heels dengan tinggi lima belas centimeter berwarna merah cerah.

"Berapa harganya, tuan?" tanya Keira pura-pura menjadi seorang customer.

"Harganya enam juta saja nona manis." jawab Helsinki pura-pura menjadi seorang penjual.

"Kalau begitu saya ambil dua. Satu untuk ke kota dan satunya lagi untuk ke Keraton Surakarta." ucap Keira.

Keira pun tertawa tipis dan Helsinki pun berucap sambil menatap wajah Keira.

"Pilihan yang tepat nona manis. Akan saya bungkus untuk kamu sekarang."

Keira pun duduk lalu melepaskan sepatu heels itu dan menggantinya dengan sepatu Vans slip-ons belel miliknya yang ada di samping.

Di tempat yang sama ada Baronne sedang merekam di dalam butik. Pria blasteran dengan kaus I Love Palembang itu pun sedang melakukan aksinya yakni mengambil dua goodybag berisikan sesuatu.

Baronne pun berbisik sejenak ke penonton.

"Pasti tuh dua bocah pada nyariin nih barang."

Kembali ke Keira dan Helsinki mereka berdua pun tertawa bersama saat berjalan menuju ke arah ruangan ganti khusus.

"Sampai bertemu di eskalator." pesan Helsinki ke Keira.

"Ya, tentu." jawab Keira sambil tersenyum.

"Oke, baiklah." ucap Helsinki masuk ke dalam ruang ganti begitu pula dengan Keira.

Di dalam ruangan ganti Keira pun kaget tas dan pakaiannya hilang.

"Apa?"

Keira pun mencari-cari barangnya itu dengan mencari ke ruang ganti sebelah namun nihil. Ia pun mencari ke luar ruang ganti dan nihil juga.

NerveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang