Special Chapter (What About Nerve?) Part 2

21 1 2
                                        

1. Rey Bong (Dean Supit a.k.a Dean)

"Oke bagi yang nanyain. "Bagaimana peran lo di Nerve. Kan lo sebagai Dean kan perannya adalah seorang anak konglomerat nih yang mana bokapnya itu temen Mr. Anies Baswedan lagi kan. Kok bisa-bisanya seorang anak konglomerat menjadi seorang hacker? Oke bakalan gue ceritain."

Jadi Dean itu seorang anak konglomerat yang rada sedikit nyentrik bin slengean tapi aslinya dia baik kok ke Keira meskipun cinta dia agak sedikit bertepuk sebelah tangan sedih njir kalau jadi Dean mah. Oke, stay fokus karena bokapnya Dean adalah pendiri Asosiasi Hacker Indonesia bersama Gus Muhaimin Iskandar di tahun 2025 yang saat pendirian asosiasi masih menjabat sebagai Wakil Presiden. Makanya Dean tuh sudah di les-in programming sama bokapnya pas dia masuk SMP. Saat les itu Dean bertemu dengan si bocil Queen yang saat itu masih kelas satu SD terjadilah hubungan brotherzone antara dua bocah itu dan si Queen manggil Dean dengan sebutan 'Bocah Tua Nakal' padahal Dean cuma bawa temen sekolahnya doang loh. Dean udah menganggap Queen adiknya sendiri padahal Dean juga punya adik yang seumuran sama Queen yang mulutnya lebih rusak lagi daripada Queen terlihat pada caption Instagram Dean di epilog. Teman-teman dan Pacar Dean Melly cieee Dean... menanggapi kaget padahal mah biasa aja njir kalau kata Dean mah.

"Menurut lo adegan yang menjadi favorit lo apa?"

Oke gue bakalan jawab. Adegan yang menjadi favorit gue adalah adegan ngebobol Nerve dan meluluhlantahkannya tanpa ampun. Gue, Yori dan Vin baru pertama kali membuka web Phyton plus membuka open-source.

Pesan dari gue, jadilah orang baik siapa tau lo bisa mendapatkan pasangan hidup yang baik juga ya kaya Dean sama Melly ini. Padahal awalnya hubungan mereka nggak ada apa-apa loh. Namanya juga jodoh nggak ada yang tau kan. Oiya gue makan pizza dulu ya guys. Bye.

2. Shinta Naomi (Indira Bhaskara)

"Mungkin banyak banget yang DM nih. "Bunda Naomi gimana peran bunda di Nerve, kan bunda harus meranin seorang wanita paruh baya yang punya seorang anak remaja? Apakah Bunda saat remaja pernah agak badung seperti Keira?"

Masa Remaja itu adalah masa yang paling indah apalagi bagi anak usia tujuh belas tahun seperti Keira. Badung mah wajar atuh tapi jangan bikin bunda khawatir apalagi kamu merahasiakan kalau kamu bermain game berbahaya seperti Nerve. Untung kamu gapapa dan bisa pulang. Sebagai seorang ibu kalian punya insting yang kuat kepada anaknya jaga anak remaja kalian baik-baik dan ajaklah mereka curhat supaya bunda tahu gimana perasaan sang anak. Karena Indira ini seorang dokter makanya jarang berkomunikasi dengan Keira.

Pesan dari saya. Meskipun sibuk haruslah sebagai orang tua berkomunikasi dengan anak-anaknya meskipun cuma beberapa menit.

Meskipun cuma fiksi, tapi ini adalah himbauan bagi para remaja terutama bagi pencinta game. Bener tuh katanya si Alwi yang berperan sebagai Helsinki. Main Game itu boleh tapi jangan berlebihan apalagi sampai mencelakai diri sendiri. Dan pesan dari Indira juga masih ada hubungannya main game boleh tapi jangan mengabaikan orang-orang sekitar apalagi orang tua. Sebagai orang tua kalian harus awasi anak-anak remaja kalian saat bermain game online jangan sampai anak kalian terjerumus dengan lingkungan toxic seperti Nerve. Bukan hanya Nerve tetapi game seperti DOTA 2, Valorant dan Free Fire juga nggak kalah toxic juga komunitasnya yang membuat anak-anak menjadi terpengaruh. Jadi pilihlah game yang aman dan tidak membahayakan. By the way Author juga gamer loh. Dan game favorit author adalah Football Manager. Football Manager adalah game paling aman bagi anak-anak remaja dimana kalian bermain bisa sambil belajar ilmu tentang sepakbola dari seluruh dunia. Salam Gamer.

*End*

NerveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang