Aira tidak jadi bertanya apa yang sudah ada di dalam otak cantiknya pada Ardiaz karena mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di sebuah rumah. Wait, ini gak bisa di sebut rumah karena sangat-sangat luas. Kita katakan saja ini sebuah mansion. Walaupun rumah miliknya juga besar, tapi rumah di depannya ini lebih besar dan luas.
Ardiaz keluar duluan membuat Aira sadar dari keterkejutannya, tanpa di minta Ardiaz sudah membukakan pintu kursi penumpang.
"Ayo." Ajak Ardiaz sudah di samping Aira.
Aira tidak langsung keluar, saat ini dia sedang takut. Bagaimana tidak, dirinya di bawa ke tempat asing walapun banyak tanaman bunga di sekitar halaman luar itu tetap saja dia takut.
Menyadari itu Ardiaz kembali bersuara. "Jangan takut, ini rumah orang tua saya." Ucapnya dengan suara yang lembut.
Akhirnya Aira beranikan diri untuk ikut keluar dari dalam mobil. Sekarang pertanyaan Aira bertambah satu yaitu, kenapa dirinya di bawa ke rumah besar yang ternyata rumah orang tua dari dosen di depannya ini. Tapi Aira hanya mampu bertanya dalam hati, dirinya tidak berani bertanya langsung pada Ardiaz.
Setelah keluar Aira keluar, Ardiaz menarik lembut tangan Aira untuk ia genggam. Yang pertama ia rasa tangan Aira sangat dingin itu tandanya Aira sedang takut.
Sampai mereka di depan pintu yang lumayan besar, Ardiaz langsung membukanya sambil mengucap salam.
"Assalamualaikum." Salamnya membawa Aira masuk.
Tidak ada jawaban dari dalam, ia pun membawa Aira masuk ke dalam dan berjalan kearah ruang keluarga.
"Duduk sini dulu, saya ambilkan minum." Perintah Ardiaz lalu dia pergi ke arah dapur.
Aira yang sudah duduk di sofa pun mengarahkan pandangannya ke seluruh penjuru ruang keluarga, kesan pertama yang ia lihat adalah kehangatan karena di atas dinding tertempel foto keluarga yang dia yakini itu kedua orang tua Ardiaz dan kedua adiknya dan ia baru tau Ardiaz memiliki adik kembar.
Tidak puas hanya melihat dari jauh Aira bangkit dari duduk nya lalu berjalan ke arah meja yang diisi dengan banyak bingkai foto dan di atas meja itu ada foto yang tadi dirinya lihat. Senyumnya terukir melihat kembali bingkai foto yang berisi keluarga lengkap itu, dimana yang iya yakini mama dan papa nya Ardiaz itu yang berada di tengah-tengah sedang tersenyum bahagia dan di apit oleh ketiga mereka.
Aira pindah ke bingkai yang lain sampai di bingkai terakhir ia kembali di buat takjub sekaligus senyum-senyum ga jelas. Isi foto itu ada Ardiaz yang sedang memakai setelan jas khas seseorang yang punya jabatan tinggi di perusahaan, aura yang sangat kuat ditambah wajahnya bak dewa Yunani itu lah yang membuat Aira tersenyum.
Seakan tersadar dengan apa yang di lakukan nya Aira langsung menggelengkan kepalanya.
"Ganteng sih, cuma killer." Gumam nya dengan sangat pelan.
Disaat tengah asik memandangi wajah dosen killer ya itu Aira di kejutkan dengan suara lembut yang ada di belakang badannya.
"Anak bunda tampan kan?" Goda seseorang yang ada di belakang Aira.
"Astaghfirullah! E-eh? T-an-te..." Aira mengelus dadanya karena kaget mendengar suara wanita paruh baya yang bisa di tebak seumuran dengan mama nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHE IS MINE (On-Going)
Random"Membuatmu mencintaiku adalah suatu keharusan yang terwujud." _Ardiaz Fayruz. "Membuatku mencintaimu adalah suatu tantangan." _Aira Lee Start: 20/7/23 End: -
