where are you taking me?

68 4 0
                                        

Huh, huh, huh

Aira kehabisan nafas karena berlari dari depan gedung sampai ke kelas nya yang ada di lantai 3. Bayangkan saja bagaimana kondisi dirinya saat ini, Aira jauh dari penampilannya saat dirumah tadi. Keringat di dahinya banjir sampai ke atas pipi, tapi dia gak peduli sama kondisinya sekarang yang penting ia cepat masuk ke dalam ruangannya walaupun ia tau kalau dosen killer nya itu udah masuk ke dalam sana.

Aira kembali mengambil nafas dalam-dalam sebelum mengetuk pintu yang tertutup didepannya.

"Lo pasti bisa Ai." Semangatnya lalu mengetuk pintu ruang kelas sambil memejamkan mata.

Tok...tok...tok...

🐰

Ardiaz datang ke kampus lebih awal dari waktu yang di jadwalkan, tidak ada alasan khusus kenapa dia mempercepat jam masuknya. Masih ada waktu 30 menit untuk mulai kelas tapi ia sudah masuk ke dalam dan itu membuat seluruh mahasiswa yang ada di dalam kelas di buat bertanya-tanya dan panik karena masih banyak teman mereka yang belum pada datang, salah satunya Aira.

"Maaf pak, kelas dimulai sekarang? Bukannya masih ada 30 menit lagi sebelum kelas mulai pak?" Tanya kosma Psi-2 dengan sopan menghampiri sang dosen. Sebut aja namanya Riko.

"Tidak apa, kita mulai saja kelas nya. Kabari saja sama teman kamu yang belum datang kalau kelas akan di mulai. Akan tetap saya kasih masuk." Jelas Ardiaz menatap kosma yang ada di depan nya.

"Baik pak. Akan saya kabari ke teman-teman saya." Riko pun pamit kembali ke tempat duduknya.

Kembali ke Ardiaz, dia melihat isi ruangan yang sudah dipenuhi setidaknya 20 mahasiswa di dalam ruangan. Itu artinya hanya tinggal beberapa mahasiswa lagi yang belum datang. Matanya terus bergerak mencari seseorang tapi sepertinya yang di carinya belum datang.

Sudah saya duga kamu belum datang_ batin nya sambil tersenyum tipis dan tidak ada yang menyadari dirinya sedang tersenyum, karena sangking tipisnya.

Ardiaz kembali memperhatikan kursi biasa yang di tempati sosok yang sedang di carinya lalu mata nya tanpa sengaja menatap Selly yang duduk di samping kursi kosong milik Aira. Yaps, sedari tadi Ardiaz sibuk mencari keberadaan Aira sih mahasiswi keras kepala.

Tok...tok...tok...

Terdengar suara ketukan dari luar, Ardiaz berjalan ke arah pintu ingin melihat siapa yang mengetuk. Kenapa tumben sekali seorang dosen membukakan pintu untuk seorang mahasiswa/I? Karena Ardiaz yakin yang mengetuk pintu tadi adalah orang yang di tunggu nya.

Bukan nya mempersilahkan mahasiswi nya masuk, Ardiaz malah permisi keluar kelas yang membuat para mahasiswa nya yang ada di kelas hanya bisa mengangguk 'iya'.

"Saya izin keluar sebentar, saya harus menelpon." Sungguh alasan yang klasik seorang Ardiaz.

"Baik pak." Jawab serentak mereka semua.

Padahal waktu perkuliahan yang seharusnya mulai sudah bisa dimulai, tapi Ardiaz malah keluar membuat Meraka yang ada di kelas merasa dongkol. Untung pak Diaz ganteng_batin mereka semua kecuali para laki-laki.

Diluar, Ardiaz melihat seorang mahasiswi di depan nya dengan penampilan yang sedikit berantakan. Dahi yang di penuhi keringan, rambut yang sedikit berantakan dan wajah yang merah menahan sesak napas. Tapi tetap cantik di mata Ardiaz.

"Kenapa kamu ngos-ngosan seperti itu?" Tanya nya memperhatikan mahasiswi itu yang tak lain adalah Aira.

"I-ni s-e-m-u-a ga-ra-ga-ra b-apak." Jawab Aira sambil menarik napas memegangi dadanya.

SHE IS MINE (On-Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang