where are u?

45 0 0
                                        

Mobil sport hitam merek terkenal memasuki pekarangan kampus menuju parkiran khusus pengajar di sana. Baru saja mobil tersebut masuk semua pasang mata khususnya kaum Hawa tertuju pada mobil itu dengan tatapan tidak sabar melihat sosok yang akan keluar dari dalam mobil.

Setelah orang tersebut memarkirkan mobil nya dengan sempurna, dirinya pun segera keluar dari dalam mobil.

Gak salah gue datang pagi

Mak mau satu yang kayak beliau

Gila!! Pak Ardiaz tiap hari makin ganteng ajaa

Ganteng dong, kan calon suami gue

Enak aja Lo, pak Ardiaz tuh calon suami gue

Yeee, pede bet Lo....

Begitu lah kira-kira bisikan dan pujian dari para mahasiswi yang Ardiaz dengar, tapi ia tidak ambil pusing dan tetap berjalan menuju ruangan dosen dengan wajah nya yang datar. Yap. Orang yang ada di balik kemudi mobil sport tadi adalah Ardiaz sih dosen killer yang sialnya memiliki wajah tampan.

Ardiaz langsung masuk keruang dosen miliknya, tapi sebelum Ardiaz masuk ada seseorang yang menyapanya dari depan.

"Pagi pak." Sapa salah satu dosen wanita dengan penampilan yang sedikit berlebihan, pakaian yang nyentrik dan wajah yang di poles dengan make up yang tebal dan lipstik merah terang.

"Pagi Bu." Balas Ardiaz seadanya menunduk hormat karena orang nya di sapanya ibu tadi lebih tua dan lebih senior dari dirinya.

"Bapak sudah sarapan belum?" Ardiaz kira wanita tadi hanya menyapa ternyata punya maksud lain.

"Sudah Bu." Jawabnya singkat tanpa melihat wajah sih penanya. "Permisi Bu." Izinnya masuk ke delam ruangannya dan tanpa di sangka orang tersebut ikut masuk ke dalam ruangan Ardiaz.

"Kenapa Ibu ikut masuk?" Untung nya pintu ruangan tidak langsung tertutup.

Mendengar jawaban Ardiaz yang tidak sesuai harapan, wajahnya langsung berubah cemberut. Kita sebut aja namanya Bu Merlin, sih dosen super judes dan memiliki penampilan nyentrik membuat siapa saja yang melihat langsung mencari kaca mata.

"Yah... padahal saya sudah siapin sarapan spesial untuk bapak." Ucapnya tidak memperdulikan pertanyaan Ardiaz dengan wajah yang di buat sedih.

"Maaf Bu. Tapi saya sudah sarapan." Tolak Ardiaz halus agar Bu Merlin tidak tersinggung.

"Tapi saya sudah siapin bekal ini untuk bapak, bapak terima ya." Bu Merlin tetap memaksa Ardiaz untuk menerima bekal yang di bawa nya.

"Sekali lagi saya minta maaf Bu, tapi saya sudah sarapan dari rumah dan saya masih kenyang." Tolak nya sekali lagi sedikit kesal, maybe. "Lebih baik ibu keluar dari ruangan saya." Lanjutnya mengusir Bu Merlin yang menambah mood nya makin buruk, lalu memilih duduk di kursi nya.

Tidak mau putus asa Bu Merlin mendekat kearah samping meja dosen milik Ardiaz berniat mendekatkan dirinya, tapi sebelum itu Ardiaz kembali berdiri menjauh dari Bu Merlin.

"Ibu mau ngapain? Apa ibu tidak mengerti ucapan saya?" Sudah cukup Ardiaz berkata sopan. Dirinya sudah sangat kesal saat ini melihat tingkah dosen satu ini.

Saat ini aura Ardiaz menunjukkan ketidaksukaan nya pada Bu Merlin tapi tetap saja Bu Merlin tidak peduli.

"Saya hanya ingin memberikan bapak sarapan buatan saya, apa itu salah?" Jawab nya tanpa rasa takut dan malu sambil terus mencoba mendekatkan dirinya pada Ardiaz.

SHE IS MINE (On-Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang