HD [06]

26K 876 129
                                        

Bagian 06

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bagian 06

Angin malam kian berhembus dingin. Namun nampaknya itu tak membuat Juan mengurangi kecepatannya dalam berkendara, sebentar lagi dia akan sampai di garis finish.

Suara riuk dan tepuk tangan dari para penonton menyambut Juan kala lagi-lagi cowok itu memenangkan pertandingan balap liar malam ini.

Di kalangan mereka sosok Juan atau lebih di kenal dengan nama Gasta memang cukup populer bahkan dari anak-anak sekolah lain pun mengenalnya. Bukan hanya karena wajah rupawannya saja yang membuat kaum hawa menjerit, tapi sifat misterius, dingin, dan selalu menolak ratusan gadis cantik yang mendekatinya. Sukses menambah rasa penasaran pada mereka semua terlebih untuk kaum hawa.

"Gue bilang juga apa, Gasta mana pernah kalah." Haikal langsung melakukan high five dengan Juan selepas cowok itu membuka helm full facenya dan menaruhnya di tangki motor.

Selain Haikal, Nanda dan juga Geri melakukan hal serupa. Mereka berempat adalah teman terdekat Juan, saking tak ingin berjauhan keempatnya bahkan satu kelas di sekolah yang sama.

"Gimana sebelum balik, kita minum-minum dulu? anggap aja perayaan buat kemenangan lo." Geri yang berada di sebelah kiri Juan memberi usul sambil menepuk pelan bahu cowok itu.

"Yoi." Nanda ikut menimpali.

Sedangkan Haikal hanya mendengus, saat melihat Juan justru tersenyum simpul. Tanda ajakan mereka di tolak.

"Kalian bertiga aja, gue harus balik." Juan mengeluarkan lembaran uang merah dari dompetnya, dan menyodorkan uang itu pada Haikal. Langsung saja diterima cowok itu.

"Kali ini aja lah Gas, udah lama lo kagak ikut kita minum-minum. Ngerokok juga lo tiba-tiba berhenti," ucap Geri masih bersikeras membujuk.

Juan tidak mengindahkan ucapan temannya, secara cekatan ia kembali memasang helm full facenya dan melajukan motornya meninggalkan area balap.

"Percuma mau lo bujuk juga, gak bakal mempan. Yang gue lihat sih sejak ada nona-nona El itu Gasta mulai banyak berubah," seloroh Haikal.

"Jadi agak alim ya?" tebak Nanda.

"Kurang lebih begitu." Haikal menyahut kalem. Satu tangannya beranda di saku celana sementera satunya lagi mengisap putung rokok.

"Anjir kenapa gak tobat aja sekalian, nanggung amat setengah-setengah." Geri geleng-geleng kepala.

"Kelakuan siapa?" kata Nanda tiba-tiba.

"Temen lo!" Kompak Haikal dan Geri berseru.

"Bjirrr! bukan temen gue doang, tapi temen lo-lo juga."

"Kalo udah tau kenapa nanya dodol." Agak-agaknya Haikal terpancing emosi.

"Udah bro, udah. Mending kita cabut." Geri yang tak ingin mendengar adanya berdebatan, langsung meleraikan keduanya.

Heavily DamagedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang