HD [01]

46.4K 1.4K 31
                                        

"Aku tak suka hancur sendiri, jadi ayo hancur bersama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aku tak suka hancur sendiri, jadi ayo hancur bersama."

Bagian 01

Ervan berjalan menuruni tangga, rambut pemuda itu masih terlihat basah menunjukan dirinya baru saja mandi dan berkeramas. Ia lalu melangkah ke arah meja makan, di sana sudah terlihat David tengah menyantap hidangan pagi.

Ervan menarik salah satu kursi, kemudian mengambil dua lapis roti dan mulai mengoleskan selai kacang di atasnya. Tak lama dari itu seorang wanita paru baya yang bertugas sebagai ART datang sambil membawakan segelas susu untuk Ervan.

"Ini susunya Den, di minum."

Ervan tersenyum singkat. "Iya Bi, makasih."

Setelahnya art itu kembali menuju belakang. Suasana di meja makan itu begitu sunyi, hanya terdengar detingan sendok beradu dengan garpu. Baik Ervan maupun David tak ada yang membuka percakapan. Hingga David yang lebih dulu menyelesaikan makanannya membuka suara.

"Nanti malam kamu ikut Papa."

Ervan mendongak diikuti kerutan di pelipisnya. "Acara apa, Pa?"

"Pertemuan keluarga, Papa akan menjodohkan kamu dengan anak rekan bisnis Papa."

Ervan tersenyum kecut. "Papa masih belum puas jadiin aku boneka? pasangan hidup pun mau Papa yang menentuin? Maaf Pa, aku muak!"

Ervan bangkit dari kursinya, pemuda itu hendak melangkah pergi. Tapi perkataan David selanjutnya berhasil menghentikan niat itu.

"Kalo kamu menolak perjodohan ini, itu artinya kamu kehilangan kesempatan bertemu Aliska." David tersenyum miring, melihat reaksi putranya yang langsung membeku di tempat.

"Kembaranmu itu masih hidup dan saya berhasil menemukannya. Jadi bagaimana? kamu masih berniat menolak perjodohan ini?"

Menoleh sekilas, Ervan tersenyum segaris. "Anda sangat lihai membuat saya tidak dapat berkutik."

"Pukul 8 malam, pastikan kamu sudah bersiap." David berdiri, lalu berjalan pergi melewati putranya begitu saja.

🍁🍁🍁

Seorang pemuda terlihat berjalan memasuki restoran bergaya eropa bersama sang Ayah. Ya Ervan terpaksa menerima perjodohan ini, demi bisa bertemu Aliska. Kembarannya yang hilang 12 tahun silam, ah bukan tepatnya di jual oleh ibunya sendiri. Sejak saat itu Ervan begitu membenci ibunya, bahkan membenci para wanita yang menurutnya terlihat murahan. Hal itu pula yang membuat Ervan tak pernah dekat dengan perempuan manapun. Tiap gadis-gadis yang mencoba mendekatinya saja langsung ia tolak mentah-mentah, apalagi menjalin sebuah hubungan? Itu adalah hal terakhir yang tak pernah Ervan pikirkan.

Heavily DamagedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang