HD [17]

1K 69 13
                                        

Tolong tandai typo ya sengg 📌

Ramaikan komen kalian di tiap paragaf ya 🫶

Ramaikan komen kalian di tiap paragaf ya 🫶

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bagian 17

Dalam temaram kamar hanya satu lampu tidur yang dibiarkan menyala, memancarkan cahaya kekuningan lembut seolah enggan mengusik sunyi. Bayangan benda-benda di ruangan itu meregang pelan di dinding, berbaur dengan napas malam yang hangat dan tenang.

Ervan tampak terbaring dengan posisi miring di atas ranjang king size. Cowok itu tidak sendiri, melainkan ada sosok lain yang kini masih tertidur pulas disebelahnya. Lengan besar cowok itu menjadi bantalan untuk sosok itu, tak lain adalah Citra.

Bukan Citra yang berada di kamar Ervan. Melainkan cowok itu sendiri, dengan gila menyelinap masuk ke kamar gadisnya diam-diam. Jangan kalian tanyakan apa saja yang sudah Ervan berbuat pada gadisnya itu.

Dari melihat banyaknya tanda merah--- hampir memenuhi tubuh gadis itu saja, kalian sudah bisa menebaknya bukan?

Katanyalah Ervan memang sudah gila, dia hampir tidak memejamkan matanya dan terus memandangi gadis itu intens seolah dunia Ervan hanya berpusat pada Citra.

Sebetulnya Ervan tidak tau, apa yang mendasari rasa obsesinya pada Citra tumbuh dan berkembang sebesar ini. Rasa iba kah atau perasaan bersalah?

Yang Ervan ingat sejak hari itu, hari dimana pemakaman orang tua Citra berlangsung 6 tahun lalu. Dia berada di sana, menyaksikan banyaknya orang-orang yang berduka bahkan meneteskan air matanya. Namun Citra--- gadis itu berbeda tak ada raut sedih atau bahkan air mata sedikitpun menetes. Dia hanya terlihat bagai boneka hidup.

Mungkin karena kemiripan itu, membuat Ervan terus dikejar rasa penasaran. Hingga tanpa cowok itu sadarin, dia mulai membuntuti Citra dan ingin tau segala hal tentang gadis itu. Apa yang gadis itu lakukan, apa yang gadis itu sukai, semuanya Ervan ingin tau semuanya.

Sampai pada satu titik, Ervan menemukan dokumen di ruang kerja milik Ayahnya. Isi dokumen itu adalah kontrak kerja sama antar perusahaan mereka serta surat perjanjian bahwa dia dan Citra harus menikah di masa depan. 2 hal itu adalah syarat yang diajukan oleh Prama, agar dirinya terlepas dari hukum pidana.

Ervan terlambat mengetahui hal itu. Hingga dia memutuskan untuk menjauhi Citra, namun takdir justru mempermainkannya disaat dia mencoba melupakan gadis itu. Citra malah muncul di depannya dengan konyol mengutarkan kata-kata cinta. Hal yang mustahil Ervan percayai, sebab dirinya tak pernah sedikitpun merasakan namanya dicintai.

Sudut bibir cowok itu tertarik sedikit, ia mendengus pelan. Merasa sedikit lucu, 3 tahun Citra mengejarnya dan semua itu hanya acting belaka. Sepintas Ervan jadi teringat hari itu---- hari dimana Ervan sempat mencekik leher Citra, karena tiba-tiba menciumnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 5 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Heavily DamagedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang