HD [09]

28.2K 917 723
                                        

Tolong tandai typo ya sengg 📌

300 vote + 500 komen buat lanjut 🍒

Ramaikan komen kalian di tiap paragraf ya!

Ramaikan komen kalian di tiap paragraf ya!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bagian 09

"Balas El, atau bibir lo gue buat makin berdarah."

Mau tak mau meski agak kaku gadis itu mencoba membalas ciuman Juan. Bukan dirinya tak mau melawan tapi jika dibandingkan dengan tenaga cowok itu ia pasti kalah besar.

Citra hanya ingin ciuman ini segera berakhir, jadi ia menurut. Namun semakin lama Juan justru tak terkendali, bibirnya bahkan rasanya sampai kebas.

"Juuu cukup—udah."

Tangan Citra yang terlepas dari cengkraman Juan, berusaha mendorong dada bidang cowok itu. Meminta agar mereka menyudahi ciumannya, tapi dasarnya Juan bukan berhenti dia justru makin brutal mencumbu si gadis.

Citra mulai kehabisan napas, tubuhnya hampir luruh ke lantai. Kalau saja  cengkeraman Juan tak erat dipinggangnya.

Apa Juan sudah gila?! cowok itu mencumbunya seolah tak ada hari esok.

"El—" Juan berseru parau, tangan besarnya mengusap sudut bibir gadis itu yang membengkak. Tentu karena ulah dia barusan, kemudian cowok itu menyatukan kening mereka, tanpa mengalihkan pandangan dari sang gadis.

"Gue gak akan ganggu hubungan lo sama si brengsek itu. Asalkan, lo jadi milik gue El."

Mendengar kalimat tersebut, gadis itu lantas mendongak, balik menatap manik hitam cowok itu. "Lo mau kita selingkuh?"

Juan mengusap lembut pipi gadisnya. "if that's what you want, no problem."

Namun hal yang tidak Juan sangka-sangka, Citra justru menepis tangannya kasar.

"Gue rasa, sudah cukup Juan! untuk kegilaan lo kali ini!" Gadis itu berkata dengan nada tajam, sekaligus mendorong tubuh cowok itu menjauh.

Mendapati perubahan sikap gadisnya, Juan terkekeh pelan. Apa gadis itu tengah bercanda? mereka baru saja berciuman, Citra bahkan menikmati cumbuannya serta membalas. Bukan artinya gadis itu memiliki perasaan yang sama dengannya? jadi untuk apa pura-pura menolak?

"Lo ingat, yang kita berdua lakukan di mobil waktu itu?" kata Juan tiba-tiba.

Hal tersebut membuat Citra yang hendak melangkah keluar dari apartemen cowok itu terhenti. Jemarinya saling meremas penuh gelisah, membayangkan kemungkinan terburuk akan terjadi.

"Semuanya terekam di kamera dashboard mobil gue." Seringai tipis terpati di sudut bibir cowok itu, tatkala melihat dengan jelas tubuh gadisnya yang mendadak mati kutu ditempat.

"Gimana kalau rekaman itu, sampai di lihat mama papa atau kemungkinan terburuk dilihat juga sama calon tunangan lo dan bokapnya itu?" Perlahan Juan melangkah menghampiri Citra, sedikit menundukkan kepala lantas kembali berucap. "Bagaimana nona El, bukan itu sangat seru?"

Heavily DamagedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang