[Spin of ALAGAN : On Going]
Tentang Citra Elviora dalam misinya mengejar dan mendapatkan Ervan Candra. Serta Ervan yang kerap kali menolak kehadiran gadis itu. Lalu Juanda Gasta Elbara sosok yang diam-diam terobsesi pada kakak tirinya.
⚠️Warning⚠️
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bagian 05
"Nona Elviora!"
Suara panggilan itu menarik atensi para murid yang berdiri di lorong dekat perpustakaan. Cowok dengan seragam putih abu-abu itu berhasil membuat para siswi di sana mengigit dasinya gemas.
Selain karena wajah rupawannya, senyum manis cowok itu serta gerak tubuhnya ketika berjalan terlihat begitu cool. Perempuan mana yang tidak langsung terpukau?
Hal tersebut pun ikut menarik atensi Citra dan Alaka yang tengah berdebat. Citra yang menyadari kedatangan adik tirinya itu pun sedikit mengumpat jengkel.
Bagimana tidak jengkel? Pesona Juan itu tidak main-main. Citra yakin setelah ini pasti banyak rombongan siswi yang meminta nomor kontak adiknya tersebut.
"Nona El, gue bawa-"
"Lo ngapain kesini Juan?!" Tanpa basa-basi Citra langsung menyemburkan pertanyaan tersebut.
Juan menekan pipi kirinya dengan lidah, sebelum balik menatap Citra intens. "Di suruh Bunda."
"Harusnya banget sampe dateng ke sekolah gue?" Citra menghembuskan napas sedikit kesal.
"Harus." Juan mengulurkan tangannya, pada sang kakak. "Ikut gue."
Sebelum menyambut uluran tangan itu, Citra berbisik pada Alaka agar gadis itu ke kelas lebih dulu. Sementara dirinya terpaksa mengikuti kemauan Juan yang ternyata mengajaknya ke taman belakang sekolah.
"Emang Bunda suruh apaan? sampe lo dateng ke sini." Citra mendudukan bokongnya di salah satu kursi taman.
Juan tidak menyahut, malah membuka tas yang dia gendong dibahu kirinya. Lalu mengeluarkan kotak bekal biru dan diberikannya bekal tersebut pada sang gadis.
"Kata Bunda, lo pagi lupa bawa dompet. Belum makan kan? sekarang makan."
"Cuma gara-gara ini?" Citra menatap Juan tak percaya. Ini hanya hal sepele! mengapa cowok itu begitu repot.
"Hmm."
"Ya ampun Juan! gue gak makan siang sehari gak bakal mati. Jadi seharusnya lo gak perlu repot-repot begini, mana sampe dateng ke sekolah gue." Walau agak kesal Citra tetap menerima kotak makan tersebut dan membukanya.
Seketika gadis itu sedikit menyesal, bekal yang Juan bawa adalah menu makanan favoritnya. Ayam kecap pedas manis dan sambal kentang goreng.
"Gue gak mau lo sakit, kalo lo sakit lo jadi pendiem. Gak seru gak ada yang ngomelin gue." Penuh gemas cowok itu mencapit hidung sang kakak, sebelum turut duduk di sebelahnya.
"Kocak banget."
"Makan." Perintah Juan lembut.
"Iya-iya gue makan nih dek Juan." Tanpa basa basi lagi, Citra mulai melahap makanan tersebut penuh semangat.