[Spin of ALAGAN : On Going]
Tentang Citra Elviora dalam misinya mengejar dan mendapatkan Ervan Candra. Serta Ervan yang kerap kali menolak kehadiran gadis itu. Lalu Juanda Gasta Elbara sosok yang diam-diam terobsesi pada kakak tirinya.
⚠️Warning⚠️
...
ATTENTION! jika kamu readers lama, diharap membaca ulang part ini. Ada penambahan scene baru 🍒
Tolong tandai typo ya 📌
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bagian 07
Citra tak berhenti bersandung kecil, sembari membawa paper bag kecil di tangan kirinya. Dia dan Ervan baru saja keluar dari toko perhiasan. Sebelumnya mereka memang menemui papa David, sampai pria paru baya itu menyuruh mereka berdua untuk membeli cincin pertunangan.
"Jalan normal gak bisa?" cetus cowok itu dingin, nampak tak menyukai Citra yang terlihat begitu antusias.
"Emang kayak gini gak normal?" Sejenak Citra menghentikan langkahnya dan memutar tubuh agar berhadapan langsung dengan cowok itu.
"Tau orang gila?" tanya cowok itu dengan mimik datar.
"Tau." Citra mengangguk polos.
Ervan mengulas senyum mengejek. "Nah itu lo!"
Seketika pupil mata gadis itu membesar. "Dih! mas Epan! sembarang banget kalo ngomong. Aku kayak gini tuh karena bahagia."
"Gak penting." Lagi-lagi Ervan berkata ketus, bahkan cowok itu berjalan melewati Citra begitu saja.
Citra menghembuskan napas, dengan wajah tertekuk. Matanya menatap sekitar melihat beberapa pasangan lain nampak begitu romantis. Dia jadi iri! hufh.
"Mas Epan tunggu!" Gadis itu mulai berlari kencang, menyusul Ervan yang sudah jauh di depan.
Cepet banget sih tuh orang!
"Abis ini kita kemana?" tanya gadis itu seraya mengatur napasnya tengah memburu.
"Balik." Ervan menjawab acuh.
"Cari makan dulu kek, gue laper." Citra mengelus perutnya yang berbunyi, menoleh ke arah cowok itu dengan tatapan memohon.
Ervan membalas tatapan gadis itu dengan sinis. "Nyusahin!"
Citra menghela napas, seraya mengukir senyum paksa. "Ya udah gak usah. Langsung pulang aja gue bisa makan di rumah nanti."
"Ribet! ayo."
"Hah? maksudnya-" Belum selesai gadis itu berbicara Ervan lebih dulu menarik pergelangan tangannya.
"Diem gak usah banyak ngomong."
Citra pikir cowok itu benar-benar akan mengantarnya pulang. Namun ternyata Ervan justru membawanya ke restauran terdekat, dan langsung memesan beberapa menu. Satu yang membuat Citra cukup heran menu makanan yang terhidang adalah menu makanan favoritnya.
"Kenapa muka lo?" Ervan menaikan satu alis, menatap heran gadis di depannya itu matanya tengah berkaca-kaca.
"Terharu aja ternyata mas Epan tau makanan favorit Ncit." Citra tersenyum lebar hingga terderatan giginya terlihat. Belum lagi bulatan kecil pada kedua pipinya itu.