85% bagian bumi terendam air setelah seluruh es di kutub mencair, dan mereka adalah pemilik kapal-kapal perampas--bajak laut terbaik di abad ini.
Sub Genre: Sci-Fi
***
Dunia sedang sekarat. Ramalan yang menggemparkan dunia puluhan tahun silam kini terbukti. Bumi seakan bosan dengan kesehariannya hingga mengubah orbitnya. Mengakibatkan bencana kelaparan dan kepunahan bagi seluruh umat.
Sinar mentari masuk dengan bebas melalui lubang-lubang raksasa pada atmosfer. Seperti berada dalam sebuah tungku, gunung-gunung es di Utara dan Selatan pun mencair. Hingga 85% bagian Bumi terendam seperti Kota Atlantis. Dan disinilah aku, di atas sebuah kapal raksasa yang terus mengarungi lautan.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Aku menoleh, menatap seorang pria bertubuh kekar yang datang mendekat. Kemeja yang tak ia kancingkan di bagian atas memberi kesempatan angin untuk mengekspos dada bidangnya.
"Bukankah ini terlihat indah?" tanyaku seraya menunjuk hamparan laut yang biru.
Ia tersenyum, memelukku dari belakang. "Bahkan dunia yang hampir kiamat pun masih menunjukkan keindahannya," ujarnya sembari mencium pipiku.
Aku setuju dengan ucapannya. Saat aku telah pasrah terombang-ambing sendirian di atas sampan kecil takdir mempertemukanku dengan pria ini. Pria kejam dan berhati dingin yang merampas dan menjarah kapal lainnya.
Aku masih ingat dengan jelas awal pertemuan kami. Dia yang selalu membuatku ketakutan, namun tak membiarkan anggota lain untuk mendekat. Perlakuannya memang kasar, tetapi kekhawatiran tak pernah luput dari tatapannya.
Sungguh, aku tak pernah membayangkan akan menjalin hubungan dan memiliki pangeran kecil bersamanya. Bahkan aku tak menyangka jika pria yang dulu menolongku untuk dijadikan budak kini merengkuhku dalam pelukannya. Hingga tak ada seorang pun yang berani menyentuhku barang sehelai ramput sekali pun.
Dari kejauhan aku menatap pria yang kucintai berjalan menghampiri seorang anak kecil. Ia menggendong sang anak dengan lembut seakan khawatir anak itu bisa pecah kapan saja. Senyuman manis pun menghiasi wajah tampan dan tegas miliknya, hingga membuatku lupa bahwa ia seorang perompak.
Di dalam kehancuran dunia ini, aku akan berjuang. Aku akan mencari ratusan bahkan ribuan cara agar keluarga kecil kami tetap bersama. Aku tak akan membiarkan keindahan duniaku menghilang begitu saja.
***
"Begitulah Cinta ia selalu datang disaat yang tidak terduga"
KAMU SEDANG MEMBACA
Bibliotheca
RomanceRuang luas yang menyimpan kisah para manusia. Seiring berjalannya waktu kisah-kisah itu kian menumpuk, membentuk bukit yang tinggi menjulang. Dan ingatlah satu hal yang pasti, setiap manusia memiliki takdirnya masing-masing.
