12. tamu tidak di undang

784 89 15
                                        

seberapa lelah seorang perempuan yang sudah menikah ia tetap harus bangun pagi untuk menyiapkan sarapan dan juga kebutuhan lainnya. begitu juga dengan Revi, ia tidak boleh mengeluh meski selangkangannya terasa perih dan mengganjal karna kegiatannya semalam.

malam pertamanya dilewati dengan indah, Arhan memperlakukannya dengan lembut dan penuh kasih sayang hingga Revi tidak merasa tersakiti. tapi yang tidak Revi pikir malam yang begitu nikmat dan dahsyat kini membekas di area kewanitaannya.

padahal semalem gak apa apa.. batin Revi sembari membuat sarapan, ia baru merasa sedikit aneh saat berjalan dan perih diarea kewanitaan saat sehabis mandi terutama saat buang air kecil.

kayaknya lecet atau lebam deh... Revi benar benar merasa tidak nyaman saat harus berjalan, ia tidak menyesal atau berniat mengeluh hanya saja ia belum terbiasa

"aku cariin kok udah bangun aja.." Arhan menyusul dan mendekati Revi, ia memeluk Revi singkat dan mencium kening istrinya

"gak usah masak, kita bisa beli atau makan diluar. kamu pasti capek.." usapan lembut dan hangat  Arhan berikan untuk revi yang tersenyum bahagia pada suaminya

"aku cuma ngangetin masakan dari ibu mas, sayang udah dibawain..."

Revi berlalu, mematikan kompor dan memindahkan lauk yang baru saja ia panaskan

"Astaghfirullah... mas Arhan !" Revi tersentak kaget, Arhan tiba tiba memeluknya dari belakang dengan begitu posesifnya

"bentar doang..."

"ya tapi ini panas.." keluh Revi

"itu gak lebih panas dari pada punya ku kan.."

tangan Revi di tuntun untuk kembali meletakan mangkok panasnya dan kemudian tubuhnya di Giring agar berbalik hingga keduanya berhadapan

"harusnya tadi jangan bangun dulu, aku masih pengen.."

merona sudah wajah Revi, ia tahu arah ucapan Arhan kemana. sebenarnya tadi bukannya Revi tidak mau menunggu Arhan bangun tapi ia sengaja bangun lebih dulu, untuk membersihkan dan menyiapkan sarapan ditambah Revi pikir semalam sudah cukup untuk pengalaman pertama mereka.

Revi tidak keberatan semalam Arhan menggagahinya berkali kali bahkan sampai selepas subuh Arhan masih menginginkan dirinya lagi tapi kalau untuk pagi dimana matahari mulai menyingsing rasanya aneh untuk revi

"tadi malem kan udah, subuh juga udah mas..."

Arhan kian menarik pinggul Revi agar menempel dengan tubuhnya

"ya terus kenapa ? kan gak ada masalah, kita udah sah dan ngelakuin itu bisa jadi ladang ibadah loh.."

Revi menggigit bibir bawahnya dan itu mengundang perhatian Arhan "jangan di gigit, biar aku aja.." elusan lembut ibu jari Arhan yang menghentikan kegiatan bibir Revi membuat sang empu terdiam

sifat Arhan yang selama ini dinilai sebagai seorang pria pendiam dan kaku ternyata begitu baik, perhatian dan dinilai sedikit mesum bagi Revi. setelah semalam sampai pagi ini Revi merasa Arhan tidak melepaskannya bahkan merasa kalau Arhan seperti anak kecil yang terus menempel padanya bahkan seolah sengaja mengundang hasrat

cup!

satu kecupan lembut, di susul kecupan lainnya dan berakhir dengan lumatan yang dibalas oleh revi. bibir Arhan yang manis tidak boleh di sia siakan karna tidak munafik Revi pun tergoda bak remaja baru merasakan puber dan ingin mencoba ini dan itu dengan pacarnya ia begitu terbawa suasana

"mmhh... mas..." Revi mendesah saat Arhan meremas dadanya

Ting Tong !

suara bel dari arah depan membuat Arhan dan revi sama sama menghentikan kegiatan mereka, keduanya saling bertatapan seolah melempar tanya

Pasutri Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang