eight

332 28 4
                                        

"Ayo putus hyung..." Ucap taehyun lirih tanpa melepas pagutannya.

Beomgyu yang awalnya terkejut dengan perilaku taehyun kini semakin shock kala kalimat itu terucap dari bibir kekasihnya.

Beomgyu pikir ia bisa menyelesaikan semua, beomgyu pikir semua sudah berjalan baik dan ia tinggal meluruskan kesalahpahaman nya dengan taehyun dan semua akan selesai seperti semula.

Namun nyatanya semua tak begitu kala taehyun baru saja memintanya  mengakhiri hubungan mereka.

"Sayang... Jangan gini ya... Aku tau kamu marah sama aku,, kamu bilang aja kalau mau maki aku atau mukul aku tapi jangan gini ya... Dengerin dulu penjelasan aku " ucap beomgyu memohon.

Tak ada balasan hanya gelengan pelan ditemani air mata yang perlahan menerobos malu malu melalui sela pipi taehyun.

Kedua pandangan taehyun dan beomgyu tak terlepas atensi sendu taehyun dan tatapan tak rela beomgyu membuat malam itu makin rumit.

Di pegang nya pelan pipi taehyun.

"Kamu beneran siap kayak gini..?" Tanya beomgyu.

"Iya" jawab taehyun dengan pelan namun begitu yakin.

"Taehyun-ah... Hhh..." Panggil beomgyu namun terpotong dengan geraman rendah.

Sepertinya beomgyu sudah kehabisan kata untuk taehyun.

Dirinya sadar taehyun tak sepenuhnya salah tapi bukan berarti beomgyu akan menyerah begitu saja.

"Dengarkan aku,, apa kau ada masalah di rumah..? Di sekolah..?" Lanjut beomgyu bertanya.

Taehyun yang mendengar ini lantas menatap heran pada beomgyu.

Apa beomgyu sedang mencari pengalih permasalahan, sudah jelas masalah saat ini adalah mengenai hubungan keduanya dan beomgyu lah pelaku utama lalu kenapa masih bertanya mengenai masalah lain membuat taehyun hampir tak habis pikir.

"Hyung kau sadar masalah nya bukan itu bukan?? kenapa masih bertanya.." Balas taehyun pelan namun pandangan nya beralih ke arah jendela mobil.

"Baiklah oke.. Maaf,, tapi hyun,," pinta beomgyu.

"Sudahlah hyung.. Cukup.. Aku permisi,," Ucap taehyun menarik kenop mobil hendak keluar memotong kalimat yang hendak dilontarkan beomgyu.

Kini taehyun merasa pergi dari sana secepatnya adalah pilihan terbaik ia tak tahan dan takut goyah bila terus mendengar rayuan beomgyu untuk menahannya.

Cklek... Cklek... Ceklek...

Namun sepertinya rencana taehyun sia sia knop pintu mobil beomgyu yang ia tarik berkali kali tak membuat pintu itu mau terbuka sama sekali, sepertinya beomgyu sudah menguncinya lebih dulu.

"Buka hyung" tegas taehyun tanpa menoleh.

Senyap tak ada sahutan maupun pergerakan apapun dari balik sana.

Taehyun yang merasa jenggah dan hampir kehilangan pertahanannya kini menoleh berbalik namun langsung ditahan oleh pelukan beomgyu dari arah belakang menggagalkan niat taehyun untuk berbalik.

"Coba kamu ngomong lagi taehyun-ah kamu mau apa..." Tanya beomgyu.

Posisinya masih memeluk taehyun dari belakang dan kini dagunya ia sandarkan ke bahu taehyun.

Sungguh taktik curang yang efektif untuk menghancurkan pertahanan taehyun.

Niat taehyun saat ini adalah untuk fokus pada hidupnya dan calon anaknya memastikan anaknya kelak memiliki hidup yang lebih baik dari taehyun, ia hanya tak ingin anak nya merasakan apa yang taehyun rasakan hingga taehyun memutuskan melepas semua hal yang hanya akan melemahkan nya dengan berat hati mengingat beomgyu sepertinya memiliki orang lain yang membuat taehyun tak ingin hidupnya terganggu dengan fakta itu.

My Second Life || BeomtaeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang