"Mari perjelas semuanya" pinta taehyun,,
"Ya mari selesaikan semua di sini,," balas beomgyu yakin.
Taehyun mengangguk setuju kemudian di susul beomgyu yang mulai penjelasan nya.
"Aku bingung sebenarnya harus mulai dari mana.. Apa saja yang harus ku katakan. Aku punya begitu banyak hal tapi juga tak tahu bagaimana menjelaskan nya...." Kalimat beomgyu terdengar berat disana.
"Maaf,, mungkin itu yang seharusnya ku ucapkan sejak awal. Harusnya aku tidak membawa ego ku dan sadar jika bagaimanapun posisi ku salah,, dan kali ini tolong dengarkan aku akan ku katakan semua sekarang" lanjut beomgyu.
Pandangan beomgyu terasa penuh dengan keyakinan membuat taehyun merasa sedikit bersalah.
Taehyun merasa sesak menahan air matanya yang sudah berlomba untuk turun sejak tadi. Namun untunglah wajah tembok taehyun masih cukup tebal untuk menutupi itu.
Kalimat beomgyu yang terkesan tarik ulur membuat taehyun sempat mempertimbangkan kembali keputusannya,, hingga sempat berpikir sebenarnya sejauh apa beomgyu menyesal. Masih adakah jalan untuk kembali.
Tidak bisakah mereka seperti dulu hanya menikmati waktu bersama dan sibuk dengan hal hal kecil menyenangkan bukannya dalam drama memuakkan seperti ini.
Bukankah hidup taehyun sendiri sudah terlalu memuakkan dan bahkan sekarang hanya semakin memuakkan saja.
Taehyun hanya ingin memulai lagi semua dari awal dalam lembaran baru yang bisa taehyun tulis sendiri. Karena sejak awal hidupnya tak pernah berjalan seperti yang ia coba dan usahakan.
Dimana sejauh ini hanya berakhir gagal bahkan melenceng jauh.
Mulai dari keluarga,, masa remaja,, bahkan pacar semua nya berantakan.
Lalu sekarang saat ia tinggak melepas semua dan memulai kembali justru masalahnya datang kembali dan mengatakan bahwa ia bersalah dan meminta maaf.
"Lalu kenapa hyung,, itu tak mengubah fakta kau berselingkuh bukan..? seandainya kau membentakku dan memintaku untuk melupakanmu pasti akan lebih mudah untukku kenapa kau begitu egois??" ucap taehyun.
"Tunggu apa maksudmu melupakan,, bukankah kita sudah berjanji tak ada perpisahan. Aku benar benar kacau beberapa bulan belakangan tanpa dirimu dan kau malah membicarakan perpisahan" sergah beomgyu.
Dengan segera taehyun memotong kalimat itu "Lalu apa yang bisa kau harapkan dariku..? Kau berharap semua akan kembali saat kau meminta maaf bahkan nuna itu masih bersama mu bukan,, dia sendiri yang mengatakan nya padaku".
"Dan kau lebih percaya padanya?? Aku memang berangkat bersama nya tapi hanya itu tak lebih. Biar kukatakan irene adalah seseorang yang gila dia adalah seseorang yang berlaku sesukanya karena memiliki kuasa bahkan memaksa ku untuk membuat sebuah perjanjian dengan mengancam ku" jelas beomgyu.
Taehyun terdiam mendengarkan setiap penjelasan yang beomgyu katakan.
Merasa tensi disana semakin naik beomgyu menghela napas kemudian mengatur kembali emosinya "Irene hanya wanita gila yang mengejar ku karena ego nya,, Irene dibesarkan tanpa kasih sayang namun semua kebutuhannya selalu terpenuhi jadi saat dia tak bisa mendapatkan yang dia mau dia jadi bertindak seperti ini. Mungkin juga karena aku pernah menolaknya di depan banyak orang saat maba jadi dari sana ia merasa tak terima dan berusaha sebisa mungkin mendapatkan ku dengan segala cara."
"Aku tak tahu pasti hanya saja sepertinya dia memang terobsesi denganku sampai akhirnya dia mulai mengejar hal di sekitarku yaitu kau..."
Taehyun yang sejak tadi mendengarkan dengan seksama terkejut kala mendengar akhir kalimat beomgyu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Second Life || Beomtae
Fanfiction"Aku sayang sama kamu... Aku cinta sama kamu.. Dia bukan siapa siapa taehyun ah dia..." Ucap beomgyu mulai menjelaskan namun terpotong kala tiba tiba taehyun membungkam bibir beomgyu dengan ciuman. "Ayo putus hyung..." Ucap taehyun lirih tanpa melep...
