9

172 17 1
                                        

Juju

Kak Yoshi, disuruh pulang sekarang sama papa
Kak Haru sakit

Kok bisa sakit?

Gak tau

Kakak pulang sekarang

Beliin bubur kacang ijo depan sekolah adek ya, kak
Kak Haru yang minta

Yoshi sekarang masih di rumah Jeongwoo. Menunggu anak itu selesai berganti baju. Niatnya dia mau mengantar Jeongwoo sekolah, jadi nanti bisa sekalian beliin bubur buat adik-adiknya.

Sekarang Yoshi sedang gelisah. Adiknya itu jarang sekali sakit. Jadi ketika tadi si bungsu mengatakan jika sang adik sakit, Yoshi jadi khawatir. Ingin segera bergegas ke rumah dan memeluk adiknya itu.

"Ayo, kak."

Kali ini mereka berangkat menggunakan mobil papinya beserta pemiliknya. Papi Jeongwoo duduk di kursi kemudi, Yoshi di sampingnya, dan Jeongwoo di kursi belakang. Canggung sekali untuk Yoshi yang notabene hanya orang asing di sini.

Perjalanan itu diselimuti keheningan. Biasanya jika berangkat sekolah seperti ini Jeongwoo akan terus menempelinya dan mengoceh hal-hal random yang lewat di otaknya. Sekarang anak itu duduk diam di kursi belakang sambil membaca buku pelajaran. Sangat fokus hingga Yoshi jadi bingung harus apa karena tidak nyaman dengan situasi seperti ini.

"Jongu sekolah dulu, pi. Dah Kak Yoshi!"

Apalagi setelah Jeongwoo turun, suasananya makin tidak nyaman. Terus bagaimana caranya Yoshi bilang jika ingin berhenti sebentar membeli bubur buat adik-adiknya. Mau bilang, takut nanti papinya Jeongwoo terganggu. Kalau tidak bilang, nanti adiknya bakal marah.

"Rumah kamu di mana?"

"Di Perumahan Mawar, om."

○○○

Yoshi segera turun setelah mengucapkan terima kasih pada papinya Jeongwoo. Mobil itu semakin jauh sehingga Yoshi bisa masuk ke rumahnya sekarang. Lega karena suasana canggung itu sudah terlewati. Sebenarnya papinya Jeongwoo tidak seseram bayangannya dulu. Lelaki itu baik dan ramah, Yoshi malah tidak tau di mana letak seramnya. Karena orang itu memang benar-benar baik.

"Bunda, Haru di mana?"

"Kamar."

Yoshi menghampiri sang bunda yang sedang bersih-bersih dapur. Dia mengambil mangkok dan sendok untuk tempat bubur. Iya, tadi dia jadi beli bubur karena papinya Jeongwoo terus menanyakan kenapa muka dia seperti orang sedang menahan berak. Akhirnya Yoshi bilang dengan jujur semuanya dan malah bubur ini dibayarin sama papinya Jeongwoo.

Yoshi segera melangkah ke kamar adiknya di lantai dua. Saat masuk kamar, ternyata ada si bungsu juga. Berarti adik bungsunya ini membolos sekolah. Yoshi mau marah, tapi dia tunda karena melihat wajah adiknya yang pucat.

"Astaga Haru, kamu pucet banget, dek."

Yoshi menyerahkan dua bungkus bubur beserta mangkok dan sendoknya pada si bungsu. Sedangkan dia langsung duduk menghampiri adiknya. Membantu adiknya untuk bangun dan langsung menerima pelukan dari sang adik.

AttentionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang