10

183 14 4
                                        

Jongu

Kak Yoshi 😆
Hari ini matematika 🧐
Jongu tunggu di rumah 😉

Maaf ya kayaknya hari ini kakak nggak bisa dateng

Kenapa ☹️

Adikku sakit

Ya ampun 😟
Cepet sembuh ya buat adiknya Kak Yoshi
Gakpapa deh hari ini gak ketemu Kak Yoshi
Besok kimia harus dateng pokoknya 😤

Haha, iya besok kakak dateng kok

Okay 😉

Yoshi bangun dari tidurnya. Tadi dia sedang berbaring menemani sang adik yang tidur setelah minum obat. Dia memutuskan untuk keluar agar adiknya bisa beristirahat dengan nyaman.

Meskipun adiknya sekarang sedang tidur dan keadaannya sudah mulai membaik setelah meminum obat, tapi Yoshi tidak bisa meninggalkan adiknya jika adiknya itu belum sembuh total. Takut masih rewel.

Langkahnya dia bawa menuju sofa ruang tamu. Di sana ada adik bungsunya yang serius bergulat dengan buku-bukunya. Yoshi senang ketika adiknya itu libur atau membolos seperti sekarang ini, tapi mereka tidak lupa untuk tetap belajar. Itu lah alasan kenapa Yoshi tetap menyayangi mereka, meskipun mereka sering mengabaikannya.

"Bunda ke mana, dek?"

"Arisan."

Yoshi duduk di samping si bungsu. Matanya mengintip coretan di buku si bungsu. Sepertinya anak itu sedang mengerjakan tugas. Yoshi mengelus rambut si bungsu dan seperti biasa langsung mendapat penolakan dari yang lebih muda.

"Tenang aja, kakakmu lagi tidur."

"Gimana keadaan Kak Haru?"

Junghwan bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas di tangannya. Antara memang sedang fokus mengerjakan atau karena tidak ingin menatap wajah kakak sulungnya.

"Udah mendingan."

Junghwan menganggukkan kepalanya. Lalu kembali fokus pada tugasnya.

Yoshi menyandarkan kepalanya di pundak si bungsu, kali ini dia tidak mendapat penolakan. Mata indah itu mulai terpejam. Dia merasakan tubuhnya sangat lelah akhir-akhir ini. Itu mungkin karena dia lebih sering pulang malam sekarang, bahkan sampai tidak pulang.

"Tidur di kamar, kak."

Yoshi tidak tidur, dia hanya memejamkan matanya sebentar. Jadi dia tersenyum saat mendengar kalimat si bungsu yang terkesan perhatian padanya. Tidak mengindahkan perintah si bungsu, Yoshi malah memeluk tubuh bongsor itu dengan erat, hingga menimbulkan pekikan dari sang korban.

"Tapi kakak masih pengen sama adek."

"Tapi ini kekencengan, kak!"

"Hehe."

Yoshi sedikit melonggarkan pelukannya, tapi tidak melepasnya. Mumpung adiknya masih tidur, Yoshi ingin menikmati lebih banyak waktu bersama si bungsu. Si bungsu sendiri juga tidak merasa keberatan. Jadi Yoshi makin gencar menguyel-uyel adik bungsunya.

Tok tok tok

"Siapa?"

"Gak tau, kakak aja yang buka. Adek males."

Yoshi terkekeh. Diusaknya rambut si bungsu hingga acak-acakkan. Lalu dia berlari ke arah pintu. Menengok siapa tamu yang datang ke rumahnya. Mengabaikan teriakan si bungsu yang frustasi dengan tingkah usilnya.

"Hai, kak!"

Tamu yang baru saja mengetuk pintu rumah Yoshi adalah Jeongwoo. Anak itu berdiri di depan Yoshi dengan penampilan yang masih lengkap memakai setelan seragam sekolahnya. Bibirnya tersenyum lebar seolah tidak ada beban yang tengah dia bawa. Jangan lupa dengan tangan kanannya yang membawa satu kresek jajan, Yoshi sangat yakin itu jajan karena Jeongwoo kan suka makan.

AttentionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang