Haruto sudah sembuh. Sekarang dia sudah bisa kembali masuk sekolah setelah tiga hari absen. Sebenarnya kemarin Haruto sudah sembuh, tapi Yoshi masih melarangnya untuk masuk. Suhu badannya masih panas, meskipun tidak menggigil. Yoshi kan khawatir jika adiknya nanti tambah parah.
Sekarang ini ketiga bersaudara tersebut tengah menyantap sarapan buatan si sulung. Orang tua mereka tidak di rumah untuk satu minggu ke depan. Papanya ada perjalanan bisnis ke luar kota, bundanya diajak juga. Jadi sekarang di rumah cuma bertiga.
Selesai sarapan, piring kotor mereka biarkan bertumpuk di wastafel. Kalau harus bersih-bersih dulu, nanti mereka akan telat. Jadi nanti setelah mengantar Haruto dan Junghwan sekolah, Yoshi kembali ke rumah untuk beres-beres. Yoshi masuk siang.
Mereka ke sekolah menggunakan mobil, kan tidak mungkin boti. Yoshi yang mengemudi, Haruto di sampingnya, dan Junghwan di kursi belakang. Perjalanan mereka sangat hening. Haruto lagi malas bicara karena mau hemat energi. Yoshi fokus ke jalanan. Kalau Junghwan sebenarnya ingin ngobrol, tapi melihat sang kakak yang menunduk terus membuatnya urung.
"Nanti yang jemput kakak?"
Yoshi menoleh ke sampingnya saat mendengar suara serak milik adiknya. Mata itu terpancar redup, masih sedikit memerah. Berarti adiknya itu belum sembuh total. Tau gitu tadi Yoshi larang lagi adiknya untuk masuk.
"Kalo nunggu kakak, agak sorean ya?"
"Kakak mau ke mana?"
"Mau ketemu Junkyu dulu. Kemarin kan kamu gak jadi les sama dia. Dianya marah sama kakak."
"Maaf."
"Gakpapa, Haru."
Yoshi menyempatkan untuk mengelus rambut adiknya dengan tangan kirinya. Dia sebenarnya juga kesal sama adiknya, begitu baca pesan dari Junkyu yang mengatakan bahwa dia menunggu lama tapi adiknya tidak ada, Yoshi ingin marah pada adiknya itu. Namun di saat yang bersamaan, si bungsu mengabarinya jika sang adik sakit. Jadi rasa kesalnya di awal langsung hilang berganti dengan rasa khawatir.
Yoshi tancap gas kembali ke rumah setelah mengantar kedua adiknya sampai sekolah. Kerjaan Yoshi hari ini banyak banget. Bersih-bersih rumah, kuliah, membujuk koala, dan ngajar Jeongwoo.
Yoshi memulai dengan mencuci piring kotor lalu menyapu dapur dan ruang tamu saja. Mandi lalu berangkat kuliah. Hari ini ada tiga matkul dan salah satunya dia ada presentasi.
Yoshi mulai merasakan capeknya kuliah sambil kerja. Malah dia rasa kerjaan dia lebih melelahkan dibanding kuliahnya. Pantas saja Junkyu melemparkan padanya. Si pemalas itu.
Dulu dia kira kuliah itu enak, tapi ternyata lebih enak sekolah. Tapi tidak apa-apa, Yoshi kan kuat. Yang tidak kuat hanya menghadapi sifat adiknya.
○○○
Pulang kuliah, Yoshi beneran menemui Junkyu. Mereka berdiskusi mengenai keberlanjutan bisnis mereka. Dan hasil akhirnya tetap Junkyu yang ngajar Haruto. Yoshi percaya pada kemampuan Junkyu dan orang tuanya juga sudah akrab dengan Junkyu. Yoshi ingin yang terbaik untuk adiknya.
Yoshi sekarang sudah ada di depan sekolah adiknya. Di sampingnya ada Jeongwoo yang fokus membaca buku. Anak itu selalu serius dalam hal belajar. Yoshi sempat iri dengan Jeongwoo, kenapa adik-adiknya tidak seperti Jeongwoo. Tapi Yoshi baru sadar jika jadi seperti Jeongwoo juga berarti harus siap hidup rumit bersama keluarga brokennya.
"Kak, nanti belajarnya di rumah Jongu aja. Males loh di rumah Kak Yoshi. Adeknya Kak Yoshi rese."
Yoshi tertawa mendengar pernyataan Jeongwoo yang terlalu jujur. Yoshi sebenarnya tau kok kalau Jeongwoo ini tidak menyukai adiknya. Sangat terlihat jelas perseteruan keduanya kemarin. Yoshi malah jadi ingin mengakrabkan Jeongwoo dengan kedua adiknya. Siapa tau kalau mereka akrab, adiknya bisa keluar dari toxic circle mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Attention
FanfictionDekatilah mereka yang dengan tulus membalas perbuatan baikmu
