"Junkyu!"
Yoshi sengaja datang ke gedung IPA hanya untuk berbicara dengan Junkyu. Yoshi hafal jadwal Junkyu, jadi dia tau di kelas mana Junkyu sekarang. Saat orang yang dia tunggu muncul, dia langsung menyeretnya menjauh dari kerumunan.
"Mau ke mana? Aku laper, belum sarapan."
"Ya udah ke kantin aja."
Mereka berbalik arah, yang awalnya ingin belok kiri, berputar menjadi belok kanan ke arah kantin fakultas. Yoshi juga laper, habis presentasi dan kena omel dosen gara-gara lupa belum edit daftar pustaka.
Yoshi yang pesan makanan. Kali ini dia beneran membelikan Junkyu makanan. Bukan cuma kentang goreng satu porsi seperti yang dilakukan Junkyu tempo hari.
"Nanti ke rumah ya? Mumpung adekku jinak."
"Adek yang mana sih?"
"Haruto."
Junkyu memang kenal dengan kedua adik Yoshi, sekadar kenal. Dulu waktu mereka masih SMA, Junkyu sering melihat adik-adik Yoshi. Mereka tidak pernah terlibat dalam sebuah obrolan, adik-adiknya Yoshi selalu pergi setiap kali melihat Yoshi datang.
"Kamu apain kok bisa jinak?"
Yoshi menunjuk wajahnya sendiri. Memberi tau Junkyu tentang luka lebam di pipi dan sudut bibirnya. Kejadiannya masih kemarin, jadi luka itu masih terlihat jelas.
"Abis berantem kemarin. Sampek si Junghwan nangis kejer."
Junkyu tertawa mendengar cerita Yoshi. Nasi di dalam mulutnya sampai muncrat keluar dan jatuh di piring Yoshi. Sudah biasa Yoshi menghadapi hal seperti ini. Soalnya Jihoon dulu lebih parah dari Junkyu.
"Masih aja kalian ini."
Yoshi mengangkat kedua bahunya. Dia juga tidak tau kenapa kemarin dia bisa berantem seperti itu dengan sang adik yang selalu dia jaga.
"Pokoknya nanti pulang bareng aku."
"Lah aku udah nggak ada kelas abis ini."
Yoshi melirik jam di layar hpnya. Masih jam setengah sebelas. Dia ada satu kelas lagi, cuma satu jam kelasnya. Bisalah Junkyu tungguin dia sebentar.
"Ini lima menit lagi kelasku mulai. Cuma 1 sks, tungguin di mobil aja. Terserah mau sambil tidur atau karaoke. Yang penting jangan copotin kursi."
Yoshi melempar kunci mobilnya ke arah Junkyu. Setelahnya, Yoshi berlari untuk kembali menuju gedungnya.
○○○
"Dih tidur beneran."
Yoshi baru selesai kelas. Saat dia masuk mobil, Junkyu sudah pulas di kursi penumpang. Keliatannya capek sekali, jadi Yoshi tidak ingin mengganggu tidur Junkyu. Dia mulai menyalakan mesin dan membawanya keluar area kampus. Dia langsung pulang karena tadi Haruto bawa motor dan Junghwan dibonceng.
Siang terik seperti ini jalanan terlihat lenggang. Yoshi menambah laju kendaraannya. Meskipun memiliki atap, tetap saja sensasi panas terik matahari masih terasa.
"Kamu mau ke rumah Jeongwoo dulu?"
Yoshi melirik sampingnya. Ternyata Junkyu sudah bangun, meskipun matanya masih merem.
"Nggak. Lagi ngambek anaknya."
Junkyu tertawa di sela kegiatannya mengumpulkan nyawa. Dia menguap lebar dan meregangkan badannya. Tidur di mobil ternyata tidak nyaman. Badannya sakit semua.
"Ada apa sih kemarin? Kayaknya seru banget."
"Ya gitu."
Junkyu membenarkan posisi duduknya. Dia sudah sadar sepenuhnya, tapi wajahnya sangat kentara jika baru bangun tidur. Untung masih ganteng.
