Klontang!
"Kenapa sayurnya nggak dimakan?"
Pagi-pagi Yoshi sudah mengomel. Dia mengomeli kedua adiknya yang sarapan dengan tidak benar. Haruto yang tidak menghabiskan sayurannya. Dan Junghwan yang hanya mengambil ayam goreng, tanpa mengambil sayurnya.
Masih sangat pagi, tapi suasana hati Yoshi sudah sangat buruk. Haruto dan Junghwan yang tidak tau menau itu malah menjadi korban amukannya. Yoshi sendiri juga tidak tau kenapa dirinya tiba-tiba memarahi adiknya, tapi rasanya dirinya butuh pelampiasan untuk kekesalannya. Yoshi hanya ingin melepaskan sesak di dadanya.
"Adek gak suka sayur."
Anak itu menunduk dalam-dalam, takut melihat kakak sulungnya yang sudah dua hari ini kerjaannya marah-marah terus. Dia baru tau ternyata kakak sulungnya kalau marah lebih serem daripada kakaknya.
"Kalo nggak suka sayur bilang! Kan kakak nggak usah repot-repot masak!"
"Yang suruh kakak masak juga siapa?"
Brak!
Junghwan berjingkat kaget saat meja di depannya digebrak dengan sangat keras oleh kakak sulungnya. Lagian sudah tau Yoshi sedang marah, malah diladeni sama Haruto.
Yoshi kepalang kesal, diambilnya dua piring milik adiknya yang masih penuh dengan makanan, karena mereka baru saja sarapan. Dia lempar piring itu hingga isinya berhampuran di lantai. Bukannya berhenti, dia juga menampar mangkok berisi tumis sawi dan membuat lantai dapur itu penuh dengan makanan.
Haruto dan Junghwan benar-benar tidak tau hal apa yang membuat kakaknya menjadi gila seperti itu. Kemarin kakaknya itu memarahi Junghwan habis-habisan karena pulang terlambat dan tidak bareng Haruto. Malamnya marah-marah lagi sama Haruto karena asik main game daripada belajar. Jujur ini sangat menjengkelkan bagi Haruto.
"Kakak ada masalah apa sih?"
Bukannya menjawab, Yoshi malah berjalan cepat menuju kamarnya. Suara bantingan pintu kamarnya sampai terdengar di lantai bawah. Haruto tidak pernah menghadapi kakaknya yang seperti ini, jadi dia tidak punya ide sekarang. Lagi pula dia harus berangkat sekolah sekarang.
Dilihatnya Junghwan yang sudah menangis. Haruto jadi kasihan pada adiknya. Biasanya jika dia yang melukai sang adik, anak itu tidak pernah setakut ini. Karena Haruto akan selalu mengobati Junghwan setiap selesai menyakitinya. Bukan langsung pergi dan membiarkannya menangis sendirian seperti ini. Jadi Haruto memeluk adiknya itu, menenangkannya lalu mengajaknya berangkat sekolah.
Orang tua mereka baru akan pulang besok pagi. Mungkin mereka hanya harus menahan sampai besok. Biar papa mereka yang mengurusi Yoshi. Kalau Haruto yang bertanya, takutnya justru akan menimbulkan kekacauan yang lebih parah. Maka dari itu, mereka berdua lebih memilih untuk membiarkan saja kakaknya itu menjadi tidak waras.
Untungnya Haruto punya motor dan sudah diizinkan mengendarai motor oleh orang tuanya. Jadi mereka tidak perlu khawatir menunggu angkutan umum dan berdesak-desakan dengan penumpang lainnya selagi kakak mereka masih mode senggol bacok.
Motor itu melaju membelah jalanan yang cukup lenggang karena mereka berangkat kepagian. Harusnya mereka masih menikmati sarapan dan sedikit bermain untuk sekadar berlama-lama di rumah. Karena kejadian tadi, mengharuskan mereka berangkat lebih awal dari biasanya. Biar Haruto juga bisa menyuruh Junghwan sarapan di kantin sekolah.
Dua porsi sarapan sudah tersaji di depan mereka. Junghwan memaksa Haruto untuk ikut sarapan karena keduanya memang belum sempat memakan sarapannya di rumah tadi. Junghwan sedikit mengancam sang kakak kalau tidak mau sarapan dia juga tidak akan sarapan. Jadilah keduanya sarapan dengan tenang di bangku kantin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Attention
FanfictionDekatilah mereka yang dengan tulus membalas perbuatan baikmu
