12

186 16 2
                                        

Jadinya Yoshi dan tiga adiknya belajar di rumah dia. Karena rumah Jeongwoo sudah kelewat dan tidak mungkin putar balik di jam-jam rawan macet, meskipun belum macet. Jeongwoo sebenarnya tidak mau belajar bareng adik-adiknya Yoshi yang rese itu, tapi dia juga hari ini ingin belajar bareng Yoshi. Jadilah mereka berempat berkerumun di ruang tamu merebutkan perhatian Yoshi.

Gak deng. Hanya Jeongwoo sama Junghwan yang keliatan banget rebutan Yoshi. Kalau Haruto, dia terlihat sangat anteng dalam duduknya. Menikmati setiap suara pertengkaran adiknya dengan orang asing yang sebenarnya juga menjadi saingannya. Haruto kan masih gengsi sama kakaknya, makanya dia diem aja.

"Kalian berdua bisa diem nggak sih?"

"Adeknya Kak Yoshi tuh rese banget!"

"Apaan! Kamu tuh yang rese!"

Entah kenapa lama-lama mendengar pertengkaran itu membuat Haruto cemburu. Kenapa adiknya itu sekarang sudah berani menunjukkan sifat manjanya pada kakaknya. Junghwan hanya boleh manja padanya. Haruto mencengkram kuat pensil yang tadi dia gunakan untuk menulis jawaban dari soal-soal di bukunya.

"Adek sama Kak Haru aja."

Singkat, tapi mampu membuat Junghwan diam tak berkutik. Dia juga pasrah kepalanya ditarik begitu saja oleh sang kakak untuk lebih mendekatkan posisi duduk keduanya. Junghwan juga diam saja saat kakaknya merangkul pundaknya hingga dia membungkuk ke arah buku sang kakak.

Haruto mengambil buku adiknya dengan kasar. Membukanya tepat di depan sang pemilik untuk dipelajari. Junghwan menurut, dia mulai membaca materi yang ada di bukunya tanpa suara.

"Haru—"

"Diem, kak. Adek itu urusan Haru. Kak Yoshi urus aja itu adek barunya kakak."

Kalimatnya tepat mengenai perasaan Yoshi. Ternyata adiknya itu belum berubah. Masih saja tidak menyukainya yang terlalu dekat dengan orang lain. Yoshi jadi merasa tidak enak dengan Jeongwoo. Anak itu sekarang jadi menunduk karena beranggapan kehadiran dia di sana membuat ketiga saudara itu bertengkar.

"Jeongwoo bukan adeknya kakak."

Jeongwoo makin menunduk setelah mendengar respon Yoshi terhadap kalimat adiknya. Memang dia bukan adiknya Yoshi kan, tapi kenapa rasanya ada sesuatu yang kecewa di dalam dirinya. Ah, mungkin karena selama ini perlakuan Yoshi terhadapnya sudah seperti seorang kakak pada adiknya.

"Oh ya?"

Haruto menatap sinis pada Jeongwoo. Ingin sekali dia menyingkirkan orang itu dari rumahnya. Menjauhkan sejauh-jauhnya dia dari kakaknya. Haruto tidak ingin melihat wajahnya lagi, apalagi di dalam rumahnya.

"Kalo gitu usir aja dia. Dia bukan keluarga kita."

"Mana bisa—"

"Katanya bukan adikmu!"

Tiga orang di ruangan itu terkejut dengan Haruto yang tiba-tiba berteriak. Jeongwoo menggeser duduknya mendekati Yoshi, dia benci dibentak. Sedangkan Junghwan beralih memeluk pinggang sang kakak karena takut kakaknya akan lebih parah lagi marahnya.

"Dia siswanya kakak."

Yoshi jelas sekali membela Jeongwoo. Dan itu membuat Haruto semakin panas. Dalam benaknya dia berpikir bahwa kakaknya itu akan memilih menuruti permintaannya, tapi ternyata kalimat dia ditolak oleh sang kakak. Makin tidak terima si Haruto karena kakaknya membela orang asing dibanding adiknya sendiri.

"Kalo gitu kalian berdua sana yang pergi. Muak Haru liatnya!"

Haruto berdiri, dengan Junghwan yang masih dalam dekapannya. Memilih jalan sempit di antara dua sofa untuk dia lewat dari pada jalan luas di sisi lainnya. Haruto dengan sengaja menginjak kaki Jeongwoo sekeras-kerasnya menggunakan tumitnya. Tanpa rasa bersalah, dia malah tersenyum sinis ke arah Jeongwoo.

AttentionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang