6

145 15 7
                                        

Happy Reading



Libur semester sudah berakhir, dan Gopal sudah membuat janji bertemu dengan Name di rooftop sekolah. Kali ini Gopal akan menyatakan perasaannya dengan benar dan mengajak Name berpacaran dengan benar pula. Sudah setengah bulan pula ia belajar bela diri dan banyak olahraga, tidur yang cukup dan menghindari makanan yang mengandung protein tinggi. Yeah Gopal melakukan diet brutal agar mendapatkan tubuh yang sehat dan juga kurus.

Saat memasuki sekolah banyak pasang mata yang menatap Gopal kagum. Tentunya Gopal yang tak nyaman langsung mempercepat langkah kakinya. Dalam perjalanan menuju kelasnya pun terdengar bisikin dan lebih banyak lagi pasang mata yang melihat Gopal. Lantas Gopal langsung berlari menuju rooftop sekolah untuk bertemu Name.

Akhirnya, Gopal berhasil sampai di rooftop sekolah. Napasnya masih memburu setelah menaiki tangga, tapi matanya langsung menangkap sosok Name yang berdiri menunggu di ujung atap, siluetnya membingkai cahaya matahari pagi.

Gopal melangkah pelan mendekat. "Name .…" Panggilnya lirih.

Name menoleh cepat begitu mendengar suara itu, namun wajahnya berubah kaget. "Ka—kamu siapa?"

"A—aku .… Gopal! Gopal A.R Kumar!”

Name memandangnya dari atas ke bawah, bingung. "Hah? Enggak mungkin .… Bang Gopal rambutnya nggak sepanjang ini. Biasanya juga dia pakai ikat kepala … Dan tubuhnya gak setinggi dan sekurus kamu."

"Name, ini aku! Gopal! Aku .... Berubah jadi seperti ini demi kamu, Name!!” jawab Gopal dengan suara penuh keyakinan.

Name terdiam, matanya menyapu perubahan drastis pada Gopal, posturnya yang kini lebih ramping, rambut yang dibiarkan jatuh, bahkan gaya berpakaian yang lebih ‘cool’ dari biasanya.

"O—oh ... Begitu, ya?" Gumam Name, senyumnya tipis.

"Iya! Eum aku ... Aku menyukaimu, Name, Jadilah pacarku!”

Name tersentak. Ia menunduk sejenak, lalu menatap Gopal dengan ekspresi yang tak sepenuhnya bahagia. "Eum ... Hanya saja, dengan penampilanmu yang sekarang … Aku jadi ragu, Bang Gopal.”

“A—apa? Kenapa?” Gopal tampak panik.

Name menggigit bibirnya sejenak lalu berkata pelan, "Aku takut kamu salah paham. Aku nggak mau kamu berpikir kalau aku hanya suka kamu karena kamu berubah. Apapun penampilanmu … aku tetap mencintaimu." Gopal menatapnya, matanya membesar. Name melanjutkan, suaranya mulai bergetar.

"Kamu gak harus memaksa dirimu sampai berubah segitunya, sampai jadi kurus dan beda banget. Justru aku suka Bang Gopal yang apa adanya, yang suka makan banyak dan selalu ceria."

Gopal terdiam, dadanya sesak karena campuran lega dan haru. Lalu, perlahan, ia tersenyum. "Name .…"

"Yeah baiklah, Bang Gopal," Ucap Name sambil menarik napas, kali ini dengan ekspresi mantap. "Aku terima pengakuanmu. Mulai sekarang … Tolong jaga aku, ya."

"Yeah! Aku janji akan menjagamu, Name! Dengan sepenuh hatiku!"

Name terkekeh kecil, lalu mengeluarkan dua kotak bekal dari dalam tasnya dan menyerahkannya pada Gopal. "Nah, kalau begitu ini buat kamu."

"A—apa ini?"

"Makanan buatan aku. Aku bawa dua kotak, satu buat kamu, satu buat aku. Nanti kita makan bareng, ya Bang Gopal!"

𝐌𝐘 𝐋𝐄𝐓𝐓𝐄𝐑𝐒 | 𝙂𝙤𝙥𝙖𝙡 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang