Langit pagi membentang cerah, udara pun masih terasa sejuk, menyelip di sela-sela dedaunan yang bergoyang lembut diterpa angin. Cahaya matahari menelusup di antara gedung-gedung, menghangatkan kulit dengan sentuhan halusnya. Qually melangkah dengan semangat menuju ruang rawat Gopal, membawa makanan yang Gopal minta pada Qually dihari sebelumnya, yaitu Nasi Lemak.
Langkah Qually tiba-tiba terhenti, di depan pintu ruang rawat Gopal. Napas yang tadinya mantap kini terasa sesak, seperti ada yang menekan dadanya. Qually datang untuk menjenguk sahabatnya itu, tetapi pemandangan di dalam ruangan seketika merampas niatnya.
"Name? Kenapa dia disini?"
Di sana, seseorang yang telah lama ia cintai duduk di tepi ranjang, jemarinya menggenggam erat tangan Gopal. Senyum mereka hangat, tatapan mereka penuh kasih, dan dalam keheningan itu, ia melihat sesuatu yang tak bisa ia sangkal lagi-mereka berdua saling memiliki. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena bahagia. Tetapi ada sesuatu yang runtuh dalam dirinya.
"Kukira mereka memang sudah putus, ternyata rumor tentang mereka balikan lagi itu, beneran?"
Tangan Qually yang menggenggam pegangan pintu, tak jadi ia dorong. Perlahan, Qually melangkah mundur, menelan kepahitan yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Dia datang untuk menjenguk, tapi akhirnya pulang hanya dengan luka yang tak bisa disembuhkan oleh waktu.
Tetapi Qually terkejut ketika tak sengaja menabrak seseorang dibelakangnya. Ia pun menoleh keatas kemudian terkejut melihat siapa yang ia tabrak. Ternyata itu Fang, bersama BoBoiBoy, Yaya dan Ying. Qually langsung membeku, menurutnya timingnya gak bagus buat bertemu mereka berempat.
"Kenapa gak masuk Qually?" Tanya Ying.
"Aku ... Aku teringat sesuatu, aku ... Ahh iya ada latihan memasak bareng Tuan Guru Gaharum. Sebentar lagi, lomba memasak dengan sekolah tetangga akan digelar, aku lupa ada latihan hari ini jadi ...." Qually menyerahkan bungkusan Nasi lemak buatannya pada BoBoiBoy.
"Tolong berikan pada Gopal ya, BoBoiBoy! Aku udah telat banget nih, takutnya Tuan Guru bakal marah. Aku pergi dulu!!" Ujar Qually pergi kabur dari hadapan mereka.
"E-eh! Tunggu Qually! Aku-" BoBoiBoy tampak kebingungan karena tiba-tiba di kasih amanah untuk memberikan Nasi Lemak buatan Qually kepada Gopal.
"Cemburu lah tu, tengok Gopal dengan Name." Ujar Ying sontak membuat ketiga temannya melihat kedalam.
"Eh, gak boleh gitu Ying, mana tau Qually beneran lagi sibuk." Ujar Yaya menasehati sahabatnya.
"Betul tu, tak boleh berburuk sangka." Sambung BoBoiBoy yang setuju pada perkataan Yaya.
"Udahlah, yok masuk." Ajak Fang yang malas terus berdiri didepan pintu.
"Gopal! Lihat, kami bawa sesuatu untukmu!" seru BoBoiBoy, mengangkat bungkusan Nasi Lemak yang diberikan Qually.
Gopal yang tengah berbincang dengan Name menoleh dan tersenyum. "Wah, ini dari Qually, kan?"
"Iya, tapi dia nggak masuk. Katanya ada latihan memasak," jawab BoBoiBoy.
"Eh latihan memasak? Aku juga ada kelas memasak dengan tuan guru, tapi itukan besok."
"Lah, tapi kata Qually tadi dia-"
"Kan benar kataku! Dia cemburu sama Name yang deket sama Gopal."
"Ying, udah deh," tegur Yaya sekali lagi.
Sementara itu, Qually berlari keluar dari rumah sakit dengan jantung yang masih berdegup kencang. Angin pagi yang sejuk kini terasa menusuk lebih dalam dari biasanya, membawanya menjauh dari pemandangan yang tidak ingin ia lihat lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐘 𝐋𝐄𝐓𝐓𝐄𝐑𝐒 | 𝙂𝙤𝙥𝙖𝙡 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧
De Todo𝙈𝘼𝙎𝙄𝙃 𝘿𝘼𝙇𝘼𝙈 𝙋𝙍𝙊𝙎𝙀𝙎 𝙍𝙀𝙑𝙄𝙎𝙄 ɪɴᴅᴏɴᴇꜱɪᴀɴ ʟᴀɴɢᴜᴀɢᴇ✨ ✩°𓏲⋆🌿. ⋆⸜ 🍵✮˚ 𝖣𝗂𝗌𝖼𝗅𝖺𝗂𝗆𝖾𝗋 : 𝖢𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝗂𝗇𝗂 𝗆𝖾𝗋𝗎𝗉𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝖿𝖺𝗇𝖿𝗂𝖼𝗍𝗂𝗈𝗇 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖺𝗇𝗂𝗆𝖺𝗌𝗂 𝖡𝗈�...
