Happy Reading
♪
Apakah temannya ini benar-benar menyukai gadis dari kelas unggulan itu? Gopal mulai memikirkan kembali semua interaksi mereka. Setahu Gopal, Boboiboy dan Yaya sama-sama aktif di Rohis dan OSIS, jadi mereka sering terlihat bersama. Tapi entah kenapa, Gopal selalu merasakan ada jarak di antara mereka.
"Boboiboy, kau suka Yaya?" Tanya Gopal tiba-tiba saat mereka berjalan menuju parkiran.
"Eumm, I-iya .…" Jawab Boboiboy gugup.
"Hah, serius?"
"Sebenarnya, kata Yaya, cowok caper itu udah banyak. Tapi cowok yang menundukkan pandangan saat melihat wanita itu limited edition! Dan aku ingin jadi limited edition buat Yaya."
"Ouhhh, terbaik!! Jadi kenapa gak pacaran aja sama Yaya?"
"Eh enggaklah, aku … sungguh mencintainya karena Allah. Jadi aku gak akan mengajaknya berpacaran. Aku gak mau jatuhin harga dirinya sebagai perempuan, dan aku juga gak mau menjerumuskannya ke neraka. Sebaliknya, aku ingin menghalalkannya."Kata Boboiboy sambil menatap langit, ia tersenyum.
"Oh… ya udah. Nikahin!"
"Ihh, kita masih sekolah, Gopal. Masak iya nikah?"
"Hehe, keburu diambil orang ntar."
"Gak mungkinlah, kan aku jalur langit~” Jawab Boboiboy dengan gaya sok keren.
"Langit? Huh, gak jelas kau, Boy. Aku pulang dulu lah, bye!”
“E—eh! Gopal! Tungguin!!”
Boboiboy dan Gopal mulai meninggalkan area sekolah menggunakan sepeda motor milik Gopal. Sesampainya di rumah, Gopal asik membuat jus buah kesukaannya, sambil menari-nari diiringi lagu India.
"Siapa pria Hindu paling tampan? Oh yeah tentu lah Gopal~"
Setelah selesai membuat jus, ia membawa beberapa potong buah pepaya bersama jus tadi ke depan televisi. Seperti biasa Gopal akan menonton acara TV favoritnya sambil ngemil.
"Lah dah habis acaranya? Cepat banget, oh pantes, pindah jam tayang ternyata. Terus nonton apa aku? Berita kali yah? Yeah semoga isi berita nya bukan gosip, kalo gosip aku banting nih TV."
Gopal pun akhirnya memilih untuk mencari acara berita dan ternyata beneran gosip selebriti isinya, Gopal langsung ancang-ancang untuk membanting telivisinya sebelum Fang datang dan mencoba memberhentikan aksinya.
"Heh! Berhenti woi!!" seru Fang yang entah sejak kapan sudah di depan pintu. "Mahal tuh! Emang sih gak semahal Lily aku, tapi tetep aja itu TV dibeli orang tuamu, kan? Beban keluarga kayak kau cuma bisa ngerusak. Kerja kek! Aku aja semua dibeliin Abang, karena orang tuaku udah gak ada!"
"Nyelekit juga tuh kata-kata ... Eh tapi, kenapa kau tiba-tiba datang? Datang gak diundang, pulang pun tak diantar, mau apa kemari?"
"Santai dong ngomongnya, gini-gini Abang ipar kau nih."
"Ck iya abang ipar, ada hal apa yang membawamu kemari?"
“Ajarin aku bikin biskuit.”
“Hah?”
Gopal sontak kaget, ini kenapa Fang minta diajarkan cara membuat biskuit? Wah ada yang gak beres nih, pasti ada seorang gadis yang menarik dimata Fang sampai dia ingin belajar membuat biskuit.
"Kok diem? Kau bisa masak apa aja kan? Pasti biskuit juga bisa"
"Iya sih bisa, cuma untuk siapa? Buat cewek yah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐘 𝐋𝐄𝐓𝐓𝐄𝐑𝐒 | 𝙂𝙤𝙥𝙖𝙡 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧
Random𝙈𝘼𝙎𝙄𝙃 𝘿𝘼𝙇𝘼𝙈 𝙋𝙍𝙊𝙎𝙀𝙎 𝙍𝙀𝙑𝙄𝙎𝙄 ɪɴᴅᴏɴᴇꜱɪᴀɴ ʟᴀɴɢᴜᴀɢᴇ✨ ✩°𓏲⋆🌿. ⋆⸜ 🍵✮˚ 𝖣𝗂𝗌𝖼𝗅𝖺𝗂𝗆𝖾𝗋 : 𝖢𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝗂𝗇𝗂 𝗆𝖾𝗋𝗎𝗉𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝖿𝖺𝗇𝖿𝗂𝖼𝗍𝗂𝗈𝗇 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖺𝗇𝗂𝗆𝖺𝗌𝗂 𝖡𝗈�...
