4

187 23 2
                                        

Happy Reading




Hari yang cerah dan membahagiakan bagi Gopal, karena hari ini adalah hari libur sekolah. Ia berniat mengajak Boboiboy dan Fang keluar bermain atau mungkin duduk-duduk di kedai tok aba sambil bercerita banyak hal, mungkin tentang sekolah dan lain-lainnya. Gopal bangkit dari tempat tidurnya dan meraih ponselnya di atas meja. Ia berniat menghubungi Boboiboy dan Fang terlebih dahulu. Namun saat ingin membuka aplikasi chatting, ada seseorang yang menelponnya, dan tentunya orang tersebut adalah Name.

"Hah Name ngapain nelpon? Tumben."

Gopal mengangkat telponnya, diseberang sana terdengar suara lembut milik Name yang terlihat gugup ketika ingin berbicara dengan Gopal. Tentunya Gopal bingung udah diangkat telponnya tapi kok Name tidak kunjung bicara.

"Name?" Panggil Gopal ragu-ragu, takutnya kepencet telpon kan?

"Ahh i-iya iya Bang Gopal!" Jawab Name dengan gugup.

"Tumben nelpon, ada apa?" Tanya Gopal lembut, ia kembali duduk di atas kasur dan menunggu Name kembali menjawabnya. "Anu itu ...." Kata Name ragu-ragu mengutarakan keinginannya.


"Apa?" Tanya Gopal sudah sangat penasaran.

"Jalan." Kata Name pelan hampir tak terdengar oleh Gopal.

"Jalan?" Tanya Gopal memastikan takutnya ia malah salah denger.

"Iya ayo kita jalan bareng." Kata Name lebih percaya diri lagi kalau pasti Gopal bakal menerima tawarannya.

"Hah? Maksud kamu kencan ya?" Tanya Gopal hingga ia bangkit dari duduknya karena sangking kagetnya dengan tawaran Name.

"Hah? Oh yeah ... Mungkin bisa dibilang begitu."

Mendengar itu membuat Gopal terkejut tentunya, ia berjalan ke cermin di kamarnya kemudian memandang dirinya sendiri di cermin, lalu dia menampar dirinya sendiri. Gopal begitu yakin jika ini adalah mimpi bukan kenyataan, tak mungkin Name memintanya pergi kencan bersama. Sekali lagi Gopal menampar keras pipinya, bukannya terbangun dari mimpi justru ia merasa sangat sakit diarea pipinya.

"Sial sakit" Katanya kemudian mengelus-elus pipinya yang baru saja ia tampar.

"Bang Gopal?" Tanya Name karena Gopal belum menjawab tawarannya.

"Ah iya Name!" Kata Gopal tersadar masih bertelponan bersama Name.

"Gimana pendapat kamu?" Tanya Name sambil tersenyum.

"Ahh itu ...." Kata Gopal berpikir keras, ia bingung harus menerima tawaran Name atau tidak. Ini hari libur rasanya ia ingin menghabiskan waktu bersama teman-temannya tapi ia malah mendapat ajakan untuk pergi berkencan dengan Name.

"GOPAL!" Teriak Fang di seberang telpon, ternyata ia sejak tadi mengawasi Name yang bertelponan dengannya.

"Huaaa Fang?!" Kata Gopal terkejut.

"Terima saja." Paksa Fang pada Gopal untuk menerima tawaran dari Name.

"Tapi aku-" Kata Gopal tapi perkataannya malah di potong oleh Fang.

𝐌𝐘 𝐋𝐄𝐓𝐓𝐄𝐑𝐒 | 𝙂𝙤𝙥𝙖𝙡 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang