Happy Reading
♪
Suasana tempat makan itu sederhana tapi nyaman. Aroma masakan yang menggoda bercampur dengan suara wajan yang sibuk dan tawa pelanggan lain menciptakan atmosfer yang hangat. Gopal duduk di hadapan Name, keduanya memegang menu dengan ekspresi serius seolah sedang membaca dokumen penting negara.
"Hem ... Enaknya makan apa yah, Name?" Tanya Gopal, matanya masih menelusuri daftar menu yang penuh pilihan.
"Gak tau," Jawab Name singkat, tanpa mengangkat pandangan dari daftar menu miliknya.
Gopal mengangguk-angguk pelan, lalu wajahnya berubah antusias. "Nampaknya enak nih, nasi goreng kambing!"
"Ya udah, pesan lah," Sahut Name datar.
"Emang boleh?" Gopal menatap Name dengan ekspresi penuh harap, seperti anak kecil yang minta dibelikan mainan.
"Boleh ... Kalo isi dompetmu cukup buat bayar." Jawab Name sambil melirik tajam.
Gopal terkekeh. "Lah, kirain di bayarin ..."
"Enak aja! Bayar sendiri-sendiri dong, Bang!" Sahut Name cepat, mencubit pelan lengan Gopal dengan wajah sebal tapi masih tersenyum.
"Ouh ... Gak apa-apa, Name! Biar aku yang bayarin punya kamu!" Ujar Gopal sambil menepuk dada, sok dermawan.
Name mengangkat alis, lalu pura-pura berpikir. "Eh serius? Hem ... okay deh kalo gitu aku pesan ...."
Ia lalu membacakan pesanannya panjang lebar, satu per satu. "Mie goreng telur pakai nasi putih, semur ayam, perkedel kentang, udang goreng tepung, pangsit kuah, bakso sapi, bihun goreng juga ... Oh iya, minumnya es teh yang dingin banget!"
Gopal terdiam. Wajahnya pucat seketika, seperti baru mendengar total biaya renovasi rumah. "Name ... Kamu mau ngabisin duit aku tujuh turunan, ya? Banyak banget itu!" Serunya panik.
Name langsung tertawa terbahak. "Ahaha! Bercanda kali, Bang! Gak usah dibayarin deh. Aku bayar sendiri aja, ya? Aku gak mau ngerepotin kamu."
Gopal menghela napas lega, lalu tersenyum kecil. "Ya udah deh, kalo kamu maunya gitu ... Aku nurut aja, hehe."
Gopal dan Name memesan pesanan mereka masing-masing dan tak lama kemudian akhirnya pesanan mereka datang. Mereka pun langsung menyantap makanan mereka. Name yang makan dengan santainya sedangkan Gopal makan dengan cepat seperti sudah sebulan belum makan. Setelah makan mereka pun pergi ke taman yang tak jauh dari tempat makan tersebut.
Sore itu, angin bertiup pelan, mengibaskan ujung rambut Name yang duduk santai di bangku taman bersama Gopal. Suasana sekitar ramai tapi tenang, suara anak-anak bermain, deru sepeda lewat, dan sesekali terdengar musik dari pengeras suara taman kota. Hari ini mereka memutuskan jalan-jalan untuk merayakan awal libur semester.
"Sudah mulai libur semester nih," Kata Gopal sambil menggeliat santai. Ia melirik Name di sebelahnya yang tampak menikmati angin sore. "Name, apa yang akan kamu lakukan saat libur semester ini?"
Name menghela napas pelan, lalu menatap langit yang mulai oranye. "Menjadi istri tanpa suami." Jawabnya datar.
"Hah? Maksudnya?" Gopal langsung menoleh dengan ekspresi bingung, alisnya terangkat setengah.
"Maksudnya aku disibukkan dengan pekerjaan rumah!!" Jawab Name sambil mencibir, kedua tangannya disilangkan kesal.
Gopal tertawa kecil. "Ahhh aku mengerti ... Biasalah, namanya juga perempuan, hehe." Katanya asal ceplos.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐘 𝐋𝐄𝐓𝐓𝐄𝐑𝐒 | 𝙂𝙤𝙥𝙖𝙡 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧
عشوائي𝙈𝘼𝙎𝙄𝙃 𝘿𝘼𝙇𝘼𝙈 𝙋𝙍𝙊𝙎𝙀𝙎 𝙍𝙀𝙑𝙄𝙎𝙄 ɪɴᴅᴏɴᴇꜱɪᴀɴ ʟᴀɴɢᴜᴀɢᴇ✨ ✩°𓏲⋆🌿. ⋆⸜ 🍵✮˚ 𝖣𝗂𝗌𝖼𝗅𝖺𝗂𝗆𝖾𝗋 : 𝖢𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝗂𝗇𝗂 𝗆𝖾𝗋𝗎𝗉𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝖿𝖺𝗇𝖿𝗂𝖼𝗍𝗂𝗈𝗇 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖺𝗇𝗂𝗆𝖺𝗌𝗂 𝖡𝗈�...
