Untuk apa berteriak dan menangis, tenggelam dalam kesedihan dunia. Kenangan yang hilang terendam dalam lautan darah. Kejadian pada hujan darah saat itu terulang kembali dan kau lagi-lagi tersenyum dalam dusta yang tak kunjung sirna tersebut. Sekarang tidak akan ada yang kembali lagi, dia sudah benar-benar pergi ke pelukan sang pencipta.
Saat ini terlihat seorang gadis sedang menunggu seseorang untuk menjemputnya. Ia menatap kesal ponselnya dan mulai menghentakkan kakinya ke tanah berulang kali. Gadis tersebut adalah Name yang kesal karena Fang tidak menjemput nya pulang. Hari mulai gelap dan Name masih di halte bus sekolah menunggu seseorang menjemputnya.
"Abang sialan, aku janji gak akan buatkan donat lobak merah lagi untuk mu huh"
Tiba-tiba Name mendengar gelak tawa seorang pria, tidak sekelompok pria. Name menyadari bahwa mereka adalah kakak kelas yang terkenal nakalnya. Tentu saja Name kenal kakak kelasnya yang norak dan narsis itu. Ejo jo juga sebenarnya mantan pacar Name saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Tapi karena Ejo jo yang selalu bersikap kasar padanya, akhirnya mereka pun putus hubungan.
"Oh Name kebetulan sekali bertemu dengan mu disini"
"Sialan"
"Hei Name gak mau gitu balikan sama aku?"
"Tidak makasih"
"Oh ayolah aku pastikan jika bersamaku hidupmu akan terjamin"
"Benar Name hidup mu akan penuh dengan uang"
"Masa bodoh dengan cinta hidup itu butuh uang!!"
"Diam kalian Sambal dan Petai!! Dan Bang Ejo jo maaf yah aku suka dan nyaman dengan pacar baruku"
"Si Gopal gemuk itu? Kau yakin tidak salah memilih pacar?"
"Tidak, juga dia tuh gak gemuk ya!!"
"Yang bener?"
"Ish pergilah dariku atau aku teriak nih"
"Waduh neng jangan dong"
Name terus berusaha menghindar dari Ejo jo. Tetapi, pria itu bersikeras ingin menjadi pacar Name dengan menarik lengan Name mendekat ke sisinya. Tiba-tiba tangan Ejo jo di cengkram erat oleh seorang pria. Ketika Ejo jo mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang mencengkram tangannya, ia lihat itu adalah Probe. Namun Ejo jo tak mengenali Probe dan mengira itu hanya remaja biasa yang sok menjadi pahlawan.
"Siapa?"
"Aku Probe teman sekelasnya Name"
"Oh temennya Name"
"Iya, jadi bisakah abang baik hati ini melepaskan Name?"
"Sayang sekali aku tidak ingin melepaskannya sebelum ia mau jadi pacarku"
"Jadi abang ini tak mau lepasin ya? Haruskah aku pakai kekerasan?"
"Silahkan, siapa takut? Akh—hei apa yang kau—"
Probe mencengkram erat tangan Ejo jo sampai membuatnya kesakitan. Ejo jo melepaskan Name lalu Probe juga melepaskan tangannya Ejo jo yang seperti sudah patah tersebut. Ejo jo menatap marah Probe sedangkan yang ditatap seperti nya gak peduli malah lebih mementingkan Name dan bertanya apakah gadis itu terluka.
"Sialan kau"
"Maaf sepertinya aku terlalu kasar padamu, oh iya Name bang Gopal nyari kamu tuh, lebih baik kamu segera temui dia di parkiran"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐘 𝐋𝐄𝐓𝐓𝐄𝐑𝐒 | 𝙂𝙤𝙥𝙖𝙡 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧
Random𝙈𝘼𝙎𝙄𝙃 𝘿𝘼𝙇𝘼𝙈 𝙋𝙍𝙊𝙎𝙀𝙎 𝙍𝙀𝙑𝙄𝙎𝙄 ɪɴᴅᴏɴᴇꜱɪᴀɴ ʟᴀɴɢᴜᴀɢᴇ✨ ✩°𓏲⋆🌿. ⋆⸜ 🍵✮˚ 𝖣𝗂𝗌𝖼𝗅𝖺𝗂𝗆𝖾𝗋 : 𝖢𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝗂𝗇𝗂 𝗆𝖾𝗋𝗎𝗉𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝖿𝖺𝗇𝖿𝗂𝖼𝗍𝗂𝗈𝗇 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖺𝗇𝗂𝗆𝖺𝗌𝗂 𝖡𝗈�...
