Berpegangan teguh pada kepercayaan ini demi seseorang, siapa lagi kalau bukan demi sang kekasih hati. Berbagai perasaan sedih, senang bahkan mimpi juga berayun di dunia ini. Meskipun terluka parah, kau masih memimpikan masa depan yang cerah, jangan berhenti untuk menyerah. Gopal yakin ia bisa melewati segala hal jika ia yakin dan percaya bahwa ia bisa bangkit demi Name, pasti Gopal bisa sembuh jika ia tidak berhenti berusaha.
Tapi rasa nya kali ini Gopal ingin menyerah. Pagi ini ia memuntahkan apa yang ia makan dan tubuhnya sangat lemah. Karena tidak ingin membuat keluarga khawatir jadi dia tetap memasang wajah tersenyum seperti biasanya. Setelah itu ia menjalani hari-hari biasa nya sebagai pelajar di sekolah nya.
"Ugh sial turun lagi, padahal sudah naik 2 kg akh kepala ku pusing please jangan pingsan lagi" Gopal kehilangan keseimbangannya lalu terjatuh, Fang dan Boboiboy langsung datang mendekati lalu membantu nya berdiri dan setelah nya Gopal duduk di ranjang yang ada disana.
Saat ini Gopal berada di ruangan uks dan sedang beristirahat disana. Sepertinya kesehatan Gopal juga semakin menurun. Sebelumnya Gopal sedang berada dilapangan bermain bola bersama teman-temannya karena kebetulan pelajaran penjaskes. Tapi tiba-tiba ia merasa lemas dan kepalanya pusing kemudian Gopal jatuh tak sadarkan diri. Untung saja Fang dan Boboiboy bekerja sama untuk membawa Gopal ke uks. Saat mereka berdua mengangkat tubuh Gopal, mereka terkejut karena saat di angkat tubuh Gopal sangat ringan. Lalu Fang mencoba untuk mengangkat tubuh Gopal sendirian ternyata berhasil. Boboiboy tentunya kaget dengan berat badan Gopal yang menurun drastis hanya dalam beberapa bulan. Seolah badan Gopal sekarang sangat kurus seperti seorang gadis.
"Gopal, sebenarnya kau ini sakit apa?"
"Iya, kau sebenarnya bukan cuma demam aja kan? Tiap hari kulihat kau semakin tak sehat begitu"
"Maaf sebelumnya karena tidak jujur dengan kalian, sebenarnya aku takut jujur tentang penyakit ku, takutnya membuat kalian khawatir dan tak fokus dengan ujian yang akan mendatang jadi aku memilih untuk merahasiakannya. Tapi sepertinya merahasiakannya terus-menerus juga salah jadi aku akan jujur pada kalian tentang penyakit yang aku derita"
"Baiklah beritahu kami, sebenarnya kau sakit apa Gopal?"
"Malnutrisi"
"Apa? Serius?"
"Iya, sudah sangat buruk kemungkinan minggu depan aku akan dirawat"
"Jadi begitu, maaf kami tidak bisa berbuat banyak untuk mu sahabatku, yang bisa aku lakukan hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kesehatan mu"
"Gak apa-apa Boboiboy terimakasih karena telah mengkhawatirkan aku"
"Gopal, Name belum tau ya?"
"Iya, tolong biarkan aku saja yang memberitahunya Fang, untuk sekarang rahasiakan ini untuk semuanya"
"Baiklah"
"Jika kau sudah tau sakit seperti ini, seharusnya makan lebih banyak lagi jangan takut untuk jadi gemuk"
"Aku tau hanya saja aku kehilangan nafsu makan ku"
"Jangan pikirin enak makanan nya kau itu harus makan-makan yang bernutrisi tinggi"
"Baiklah aku akan mengingat nya"
࿈
Tak banyak yang ia inginkan dari gadis itu, cukup tetap berada di sampingnya saja. Karena hatinya begitu sepi, rasanya memang hanya dialah cahaya yang ia miliki. Bahkan ketika ia memejamkan mata, hanya gadis itulah yang terus muncul di mimpinya. Namun sayang nya untuk menjadikan gadis itu milik nya hanya sebatas angan-angan saja. Gadis cantik itu telah mencintai orang lain dan itu sahabat nya sendiri.
Qually mendatangi uks untuk menjenguk sahabatnya Gopal, tentunya ia tak lupa membawa beberapa cemilan dan kotak bekal karena waktu istirahat telah tiba namun Gopal belum diizinkan kembali ke kelas karena tubuhnya yang masih lemah tersebut. Qually duduk tepat di samping Gopal dan membantu Gopal untuk membuka kotak bekalnya.
"Beruntungnya aku jika jadi dirimu Gopal"
"Beruntung apanya Qually? Aku sakit begini kamu bilang beruntung, apakah kau kehilangan akal sehat mu hah?!"
"Tidak, bukan beruntung tentang itu, maksudku kamu beruntung memiliki Name. Kulihat tadi dia di ruang musik dia berlatih bernyanyi dan ku tanya mengapa ia berlatih begitu keras. Katanya karena ia ingin menunjukkannya kepadamu, kalau dia bisa"
"Aku senang Name bersemangat seperti itu tapi, Qually jika nanti aku tidak bisa datang menghadiri lomba Name, tolong hadirlah gantikan aku"
"Apa? Mengapa kau tidak hadir melihat Name padahal dia berlatih keras agar kau bisa melihat nya Gopal!!"
"Qually... Sebelumnya sudah kubilang kan aku—"
"Kenapa kau cepat putus asa? Inilah sifat yang aku benci darimu Gopal, kau cepat menyerah dan menyimpulkan sesuatu yang belum tentu akan terjadi. Gopal kau kawan baik aku, jangan tinggalkan aku"
"Aku belum menyerah, sejauh ini aku terus berusaha agar cepat sembuh tapi semua sia-sia tiap hari kondisi tubuhku semakin lemah. Aku sadar hidupku tidak akan bertahan lama"
"Gopal jangan berkata begitu, kau pasti sembuh"
"Qually... Kau memang sahabat terbaikku, jadi jika aku sudah tidak ada jaga Name untukku. Kau masih mencintainya bukan?"
"Bagaimana kau tau?"
"Tentu saja aku tau, matamu tak pernah lepas menatap Name"
"Hey aku tidak..."
"Tidak apa-apa Qually aku tidak marah aku justru senang karena jika aku tak ada kau yang akan membahagiakan Name menggantikan aku"
"Aku bisa menjaga Name dari jauh karena aku sadar bahwa cintaku padanya, hanya sepihak"
Qually menundukkan kepalanya, pikirannya campur aduk. Ia menggenggam erat kotak bekalnya yang ia buat untuk Gopal. Qually tak mempermasalahkan tentang cintanya pada Name, justru ia sedih harus kehilangan sahabat terbaiknya. Sedangkan Gopal ia ikut sedih melihat sahabatnya menangis, berpikir bahwa Qually menangis karena perasaannya pada Name hanya sepihak. Gopal mengangkat dagu Qually agar menatapnya. Lalu ia tersenyum dan menghapus airmata yang membasahi pipi sahabat nya itu.
"Setiap pertemuan ada perpisahan, dan mungkin inilah saatnya kita berpisah, setiap kenangan yang aku buat bersamamu sangat berharga Qually, jangan lupakan aku yah"
"Tentu saja kaulah kawan baik aku Gopal!!"
Qually memeluk Gopal erat menangis sejadi-jadinya. Gopal juga menangis di pelukan Qually, entah kapan lagi mereka bisa bercanda, kapan lagi bernyanyi dan makan bersama lagi, kapan menangis bersama seperti ini lagi, yang pastinya ini yang terakhir bukan? Qually hanya bisa berharap bahwa kemungkinan yang akan terjadi di masa depan hanya sebatas ke khawatiran kecil yang tak mungkin terjadi.
"Aku pasti akan merindukan mu dan segala jenis masakan mu Qually"
"Tidak kenapa kau merindukan nya? Memangnya kau mau pergi kemana? Kau tidak akan mati Gopal!!"
Siang itu untuk pertama kalinya Qually menangis sangat keras dan lama sekali. Bahkan Fang, Boboiboy, Yaya dan Ying enggan memasuki ruang uks ketika tak sengaja mendengar percakapan kedua sahabat tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐘 𝐋𝐄𝐓𝐓𝐄𝐑𝐒 | 𝙂𝙤𝙥𝙖𝙡 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧
De Todo𝙈𝘼𝙎𝙄𝙃 𝘿𝘼𝙇𝘼𝙈 𝙋𝙍𝙊𝙎𝙀𝙎 𝙍𝙀𝙑𝙄𝙎𝙄 ɪɴᴅᴏɴᴇꜱɪᴀɴ ʟᴀɴɢᴜᴀɢᴇ✨ ✩°𓏲⋆🌿. ⋆⸜ 🍵✮˚ 𝖣𝗂𝗌𝖼𝗅𝖺𝗂𝗆𝖾𝗋 : 𝖢𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝗂𝗇𝗂 𝗆𝖾𝗋𝗎𝗉𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝖿𝖺𝗇𝖿𝗂𝖼𝗍𝗂𝗈𝗇 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖺𝗇𝗂𝗆𝖺𝗌𝗂 𝖡𝗈�...
