Extra chapter dimana endingnya Gopal berhasil sembuh dari penyakitnya
Happy reading~
★
Dibelakang panggung, jantung Name berdebar-debar. Hari ini dia akan mengikuti kontes bernyanyi, ia benar-benar bersemangat. Yeah agak sedih karena abang nya Fang tak dapat hadir karena menemui mantan kekasihnya Name yaitu Gopal. Name tidak membenci Gopal, justru masih sangat mencintainya. Hanya saja ia tak tau mengapa Gopal mengajaknya putus.
Name memandang kaca kecil yang ada digenggaman nya, mencoba melupakan Gopal sementara dan berfokus menyakinkan dirinya bahwa ia siap untuk mengikuti kontes ini. Mimpinya untuk menjadi penyanyi terkenal yang ia dambakan akan terwujud, rasanya sungguh mendebarkan dan Name akan melakukannya sebaik mungkin agar maju ke babak selanjutnya.
"Name, giliran kamu ya 10 menit lagi, segera bersiap-siap." Ujar seorang kru panggung. Suara itu mengejutkan Name dan tiba-tiba Name diselimuti rasa gelisah. Kaizo yang paham akan kekhawatiran adiknya pun menyemangati nya.
"Jangan khawatir, kau pasti bisa aku percaya padamu."
"Abang ... Eum baiklah aku akan—"
Tiba-tiba ponselnya Name berdering, dia pun mengangkatnya karena yang menelponnya adalah Fang, "Halo bang? Abang dimana? Aku udah mau tampil loh."
"Name, segera ke rumah sakit permata delima, Gopal sakit malnutrisi."
"Apa? Bang Gopal kenap—" Tiba-tiba Kaizo mengambil telpon Name dan meneriaki Fang.
"Jangan ganggu Name, Fang!"
"A—abang Kaizo kembalikan ponsel ku!" Name hendak mengambil kembali ponselnya tetapi Kaizo langsung membelakangi Name.
"Dia sedang mengikuti audisi, ini adalah mimpinya yang selalu ia tunggu-tunggu dan kau ingin dia melewatkannya begitu saja? Apa kau ini bodoh, Fang?"
Name meraih pundak Kaizo dan memohon agar ponselnya dikembalikan, "Abang kembalikan ponselku, aku mohon aku perlu tau kondisinya bang Gopal."
Kaizo menghela nafas panjang, tampaknya ia enggan mengembalikan ponsel adiknya itu. Namun pada akhirnya ia menyerahkan kembali ponsel milik Name. "Ingat, Name ini kesempatan mu, tolong jangan di sia-siakan. Jangan biarkan hal lain menganggu mu."
Name menggenggam ponselnya erat, ragu harus melakukan apa, tetapi suara Fang menyadarkan nya dari lamunannya. "Bagaimana ... Kondisinya bang Gopal, bang?"
"Aku tak tau pasti, tapi kata dokter malnutrisi yang dideritanya semakin parah. Name, kamu yakin gak mau menjenguk dia?"
Suara Fang terdengar sangat cemas, hati Name bergejolak antara impian dan keinginannya untuk berada disamping Gopal. Sebuah suara speaker dari panggung mengumumkan bahwa Name harus segera tampil.
Name berdiri kaku di belakang panggung, ponselnya masih tergenggam erat. Hatinya seolah terbelah dua. Di satu sisi, ada impian yang harus dicapai di depan mata, namun di sisi lain, Gopal yang pernah mengisi hatinya kini sedang terbaring sakit. Sebuah keputusan harus segera diambil. Name mengangkat kepalanya, memandang ponsel yang digenggamnya. Lalu menggelengkan kepalanya, kemudian memanggil Fang di seberang telpon.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐌𝐘 𝐋𝐄𝐓𝐓𝐄𝐑𝐒 | 𝙂𝙤𝙥𝙖𝙡 𝙭 𝙍𝙚𝙖𝙙𝙚𝙧
عشوائي𝙈𝘼𝙎𝙄𝙃 𝘿𝘼𝙇𝘼𝙈 𝙋𝙍𝙊𝙎𝙀𝙎 𝙍𝙀𝙑𝙄𝙎𝙄 ɪɴᴅᴏɴᴇꜱɪᴀɴ ʟᴀɴɢᴜᴀɢᴇ✨ ✩°𓏲⋆🌿. ⋆⸜ 🍵✮˚ 𝖣𝗂𝗌𝖼𝗅𝖺𝗂𝗆𝖾𝗋 : 𝖢𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝗂𝗇𝗂 𝗆𝖾𝗋𝗎𝗉𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝖿𝖺𝗇𝖿𝗂𝖼𝗍𝗂𝗈𝗇 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖺𝗇𝗂𝗆𝖺𝗌𝗂 𝖡𝗈�...
