Selamat Tahun Baru!!
•
•
"Hei, kau!" Earlene terengah-engah. Dia mengejar gadis yang kemarin memberikan Makalah untuk presentasi berikutnya, dan ia merasa gadis itu menghindarinya. "Ini, untukmu." Menampilkan seulas senyum kecil, dia memberikan empat lembar uang berwarna merah. "Dan mulai sekarang, kau tak perlu mengerjakan makalah untukku."
"A-apa, ta-tapi kenapa?" Earlene pergi setelah menampilkan senyum lagi kedua kalinya, menghampiri Glen yang tengah melihatnya dengan wajah cengo luar biasa, mengabaikan orang-orang yang hampir mimisan setelah melihat senyum indahnya.
"Kau serius, El?"
"Apanya?"
"Apakah otakmu mendadak cair akibat kecelakaan itu? Biasanya kau mengancam tentang keluarga mereka kalau tidak mau mengerjakan tugas rumahmu." Earlene mendesis, melayangkan kutukan candaan kecil pada Earlene Edzzard yang asli.
"Aku tidak mau bodoh di masa depan. Tanggung jawab besar butuh kemampuan sepadan. Aku tidak mau lulus dengan jalur joki tugas." Mereka mengambil duduk berhadapan di meja persegi di bawah pohon rindang tengah-tengah universitas.
Glen mengetuk meja mendadak, agak berdiri sambil memegang kedua bahunya dan tatapan serius. "Halynn akan serangan jantung kalau mendengar ini langsung."
"Ngomong-ngomong dimana Halynn? Seingatku dia berjanji menjemputku."
"Entah. Dia menyuruhku menjemputnya karena punya hal yang ingin dibicarakan, katanya. Tapi Bibi Mueng mengatakan dia sudah berangkat tadi, pagi-pagi sekali."
Earlene baru membuka buku ketika gelas minum kaca bertuliskan 'Cofeshot' berada di atas meja menghadapnya, dan tumpuan beban tubuh di sisinya. Damon Arschen sudah masuk dalam kategori orang paling di hindari yang sialnya menatap dengan wajah datar. Manik obsidian pekat itu melirik tanpa ekspresi dengan buku tebal yang dia bawa bahkan di acuhkan pria itu.
Earlene mengedarkan pandangan. Glen di depan menaikkan alisnya, cuma orang bodoh yang tak paham arti kodenya, dan Earlene termasuk. Itu membuat Glen mendengus malas, kembali fokus pada buku bacaan komik di depannya. "Kau menghindariku, eh?" Damon bertanya. Dia cepat-cepat menggeleng sebagai balasan.
Aku hanya tak mau berurusan denganmu!
Cukup sudah dengan ini. Earlene rasa mereka mencoba mempermainkan ritme jantungnya. Dia harusnya jadi jahat saja dan tidak perlu menyelamatkan Chessy tadi malam. Tapi, semoga dengan kejadian penyelamatan itu, second male lead dan protagonis pria menaruh rasa belas kasihan padanya! Kalau pada akhirnya nanti ...
"Lalu ken—"
Tringg~ Tringg~
Sakin bersyukurnya, Earlene sampai ingin sujud di tempat. Menatap Glen penuh tanya ketika ponselnya berdering. Dia mengangkat sambil menggumamkan kata 'halo, ya, baiklah, dan kami segera ke sana.'
"Fakultas kedokteran," ucapnya cepat, mereka buru-buru membereskan barang dan pergi. Damon memandang gelas kopi di depannya, membuka dan meminumnya sembari melihat punggung Earlene yang perlahan menjauh dari fakultas kedokteran.
Halynn, di sisi lain. Menatap penuh damba pada calon dokter muda bername tag 'William Henrys' yang tersemat di dada kirinya. Dia berusaha mati-matian mengontrol raut wajahnya karena tidak mau di cap jelek oleh incarannya. "Ada yang masih sakit?"
"Hati—EH! Maaf, maksudku, kepalaku agak ... " Halynn memberikan gestur memutar di samping kepalanya, hampir saja keceplosan berkata 'Hati' tadi. "Tidak terlalu sakit, maaf, aku tidak bisa berpikir dengan benar sekarang." Dia menggeleng pelan, menampilkan wajah paling melas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Second Antagonist
Fantasia"Jangan percaya siapapun." Ingat itu sampai akhir. Base jumpingnya tidak berjalan lancar. Earlene masuk dalam novel 'Infinity Words, You' yang secara misterius muncul dalam ranselnya. Sialnya! Dia masuk dalam tokoh antagonis kedua yang hanya masuk...
