17 - Tips Sesat Halynn

575 64 8
                                        


Sudah menduga hal ini sebelumnya, baru sesaat kakinya melangkah, Halynn menariknya mendekat. "Hei! Apa yang kalian berdua lakukan di dalam sana?" Dia bertanya.

"Hanya hal kecil."

"Ohh, gadis ini sudah berani, ya?" Earlene menarik dua temannya menuju lapangan santai Fakultas Bisnis. Mereka duduk di salah satu bangku panjang di bawah pohon rindang setelan memesan 'Cofshot' di Mini Caffe Fakultas. "Ceritakan yang terjadi—"

"Belajarlah, kelas kita di mulai dua puluh menit lagi." Earlene membuka bukunya, mengangkat tepat di depan wajah untuk memblokir tatapan Halynn. "Earlene~"

Earlene berdecak kesal, rasa penasaran Halynn muncul. Dia merotasikan manik biru cemerlang sebelum menatap mereka bergantian, menceritakan perlahan dari awal sampai akhir. "Aku saja masih tidak percaya," balas Halynn, mencampakkan buku bacaannya ke meja. "Padahal aku sudah punya rencana bagus untukmu."

"Oh, jangan yang itu," sahut Glen.

"Rencana apa?"

"Percaya deh, itu buruk."

Halynn tersenyum misterius, tidak peduli tatapan peringatan Glen. "Salah satu cara tercepat untuk memikat pria idamanmu."

Dahi Earlene berkerut penasaran, tapi Glen di ujung menggelengkan kepalanya pelan.

"Oke … apa itu?"

"Satu malam." Hembusan nafas kasar Glen bertepatan dengan pelototan tajam Earlene, selagi Halynn tersenyum kemenangan dengan kibasan rambut pirangnya. "Tidak selalu berhasil, tapi patut untuk di coba."

"Ya? Kenapa tidak kau coba lebih dulu!"

"Sudah." Halynn membalas kalem, Earlene lagi-lagi melotot, sampai Halynn berniat menandai harinya, berapa lama bola mata cantik Earlene tetap berada di tempatnya.

"Kau bercanda … "

"Buruk. Halynn berhasil, tapi Clare tidak."

"Clare?! Dengan—"

"Aaron." Earlene merasa jiwanya menguap di udara. Tapi Glen tidak terlalu peduli reaksinya, dia lebih memilih melanjutkan bacaan novelnya daripada mendengar ocehan dan ide-ide buruk milik Halynn.

"What the hell! Kalian bercanda!"

"Aku tidak tahu apa yang kakak-beradik Denvart lakukan pada kalian berdua. Tapi aku berani bertaruh, kau memang paling terobsesi dengan Areez, tapi hanya Clare yang berani bertindak sampai sejauh itu."

Ini gila! Obsesi Clare melebihi batas kewajaran, meski mulai terobsesi kepada seseorang saja sudah tidak benar! Earlene mengurut pelipisnya, menghembuskan nafas kasar beberapa kali mendengarnya.

"K-kapan?"

"Prom night saat acara kelulusan. Aku tidak tahu tepatnya yang Aaron lakukan di sekolah kita waktu itu," sambung Halynn.

"Tenangkan dirimu, El." Itu suara Glen, ekspresi Earlene seperti menandakan dia tiba-tiba mengalami gejala stroke ringan.

"Yeah, kau bertindak seperti mas—tunggu! Jangan bilang kau masih perawan!" pekik Halynn tak terima, Earlene tidak langsung menjawab, ekspresi Halynn mengatakan seolah itu adalah dosa besar, sementara di kehidupannya dulu, mungkin dia akan dapat penghargaan besar untuk hal itu.

Second AntagonistCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang