19 - I Got You, Moon

813 90 27
                                        


"Akan kutambahkan pada urutan nomor empat dalam list hal-hal yang aku sukai."

"Keempat? Pertama dan ketiga apa?"

"Dandelion, moon, rasberi!" Pekiknya senang. Bukannya terganggu, Ryden tanpa sadar makin menarik pinggang gadis itu mendekat, aroma whiskey bercampur salted caramel yang mengagumkan. "Lalu matamu yang keempat, dan aromamu~"

"Benarkah?"

"Ya! Earlene Edzzard itu tak mengenal rasa syukur! Punya tunangan sepertimu, tapi mengejar bajingan gila berinisial Areez Denvart!" Ryden mengernyit, gadis ini membicarakan dirinya sendiri, tapi bicara seakan mereka dua orang berbeda.

"Tapi kau ... Earlene Edzzard."

"Tidak!" Ryden menajamkan telinganya, gadis ini ingin mengaku? Atau karena kini dia berubah jadi dia tidak ingin mengakui Earlene Edzzard dulu itu dirinya? "Aku terjebak dalam tubuhnya ... oh, sudahlah. Kau akan menganggapku gila jika aku ceritakan." Dia kembali bersandar pada dada bidang Ryden-sepertinya memang di takdirkan untuk jadi sandaran Earlene.

"Aku mendengarkan ... " Dia kembali menegakkan tubuh, menatap Ryden yang menampilkan wajah serius meyakinkan.

"Aku melakukan Base Jumping dengan teman-temanku, parasutku tak bisa ditarik, dan whuss!" Ryden mencoba fokus, muka Earlene terlampau menggemaskan kali ini, tangannya mendemonstrasikan ledakan kecil setelah ia agak menjauhkan diri dari sang dominan. "Harusnya mati, tertabrak tebing dan jatuh. Terbangun begitu saja dengan wajah dan warna mata yang sama."

Dia sendiri bingung harus bereaksi seperti apa. Mungkinkah alkohol membuat orang berimajinasi terlalu tinggi? Ataukah ...

Ahh! Film mana lagi yang dia tonton.

"Eden~"

"Eden?"

"Aku mau panggil kau sejak awal dengan itu. Tapi kau malah menatapku seperti aku ini satwa liar berbahaya." Dia kembali memeluk dada bidang itu, dan Ryden refleks mengusap punggungnya lembut.

Eden? Seperti masa lalu.

"Temanku memanggilku Gave atau, dan ayahku memanggilku Rave. Lalu ada ... "

Earlene menekan telunjuknya pada bibir Ryden, mendongakkan wajah hingga netra abu-abu cerah dan manik biru cemerlang kembali saling mengait satu sama lain.

"Aku bukan temanmu atau keluargamu. Aku ... tunanganmu." Pertama kalinya! Ryden merasa mulutnya terkunci rapat, gadis seperti Earlene berhasil membuat lidahnya terbelit dan ucapannya terhenti.

"Aku akan memanggilmu, Moon."

"Moon? Aku suka!"

"Serius?"

"Tidak, tidak! Aku mencintainya!"

"Apa bedanya?"

"Cinta dan suka itu berbeda! Kamu bisa menyukai semua orang. Tapi aku tidak bisa mencintai orang sampai sebanyak itu!"

"Bagaimana jika aku cuma menyukaimu?"

"Ermm... senang mendengarnya!" Ryden mengulum bibirnya, Earlene pasti akan mengamuk dan menganggapnya tengah memanfaatkan ketidaksadarannya kini.

Second AntagonistCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang