22

21.5K 890 42
                                        

Mathilda berjalan jalan disekitar danau, dia melihat ada banyak ikan mas yang berenang di sekitar danau

Senyum kecil terbit diwajah nya yang menawan, dia menengadah menatap langit biru yang dihiasi awan putih

"Yah kehidupan sederhana di pedesaan seperti ini tidak terlalu buruk, tidak ada suara motor, mobil, dan kereta, tidak ada polusi dan hiruk-pikuk yang terdengar disepanjang jalan seperti dikota"

Dia memejamkan matanya dan menghirup udara segar dalam dalam, rambutnya berterbangan karena tertiup angin, suara kicauan burung terdengar begitu indah mengalun seperti melodi didalam telinga

Pohon pohon bergoyang karena terpaan angin yang kencang, mathilda membuka matanya

"Sepertinya aku akan betah tinggal disini bersama bayiku, aku ingin memulai lembaran baru bersama calon bayiku" dia mengusap lembut perut datarnya, ada perasaan lega, nyaman, dan bahagia yang memenuhi hatinya

Tidak ada perasaan gelisah, gundah dan khawatir semua emosi negatif seakan hilang tertiup angin dingin dihatinya

"Kakak apakah menurut mu disini terlihat indah"tanya bocah yang baru daja datang

Mathilda menatap anak kecil disamping nya dengan senyum lembut " yah disini sangat indah"

Dia kembali menatap danau dengan sorot mata sayu "aku harap luka dihatiku segera sembuh terlalu sakit jika diingat kembali, kejadian itu begitu membekas dihatiku tidak mudah melupakan kejadian kelam beberapa beberapa hari yang lalu"

Suara mathilda tidak terlalu jelas sehingga anak kecil disampingnya tidak terlalu mendengar dengan jelas

Anak kecil itu menatap mathilda dan tatapannya turun diperut mathilda "kakak kenapa dari tadi kau selalu mengusap perutmu, apakah perutmu sakit"

atensi mathilda teralihkan ke bocah itu, dia melihat tatapan polos anak itu dimata bulatnya, dia terkekeh pelan

"Perutku tidak sakit, aku hanya ingin mengusapnya saja" ucap mathilda lembut

Bocah itu mengangguk "oh iya aku lupa mengenalkan namaku dan teman temanku" bocah itu menepuk dahinya

"Kakak namaku albian Stevano, sedangkan yang menarik tanganmu tadi alsaka, bocah gendut pendiam yang mengikuti kita dibelakang tadi mian alvendo, anak perempuan tadi lauren chaffinss dia adalah anak kepala desa, sedangkan anak laki laki pendek tadi aldo" jelas albian

Mathilda menganggk "bian berapa umur mu" tanya mathilda

albian menunjukan 7 jari mungilnya didepan mathilda "7 tahun"

"Lalu berapa umur teman temanmu"

"Kami semua seumuran kecuali aldo dia masih berumur 5 tahun"

mathilda mengangguk mengerti, dia mengelus kepala albian "sekarang sudah petang sebaiknya kita cepat pulang"

Albian mengangguk, dia berlari kearah pondok meninggalkan mathilda sendirian ditepi danau

Tak lama albian dan teman temannya datang menghampiri mathilda

Mereka pulang bersama, hari sudah gelap dan mereka pun sudah sampai di desa, mathilda mengantar anak anak satu persatu kerumah masing-masing

Setelah itu dia kembali kerumah nya, dia mandi setelah itu dia memakai baju tidur

Mathilda berjalan kearah balkon kecil yang menghadap kearah rumah rumah didesa

"Semoga ketenangan ini tidak menghilang dalam waktu yang lama" ucap mathilda lirih

Dia kembali masuk kedalam kamarnya dan naik diatas ranjang, memejamkan mata dan tertidur

Jika mathilda tertidur dengan perasaan nyaman maka beda lagi dengan Stefan yang sudah hampir gila karena tidak bisa menemukan jenak mathilda

"ARGHHHHHHHHHHHH" suara jeritan frustasi stefan bergema diruang kerjanya, sudah berjam jam dia mencoba melacak keberadaan mathilda namun tak kunjung ketemu

"Kenapa bisa sesusah ini, biasanya tidak butuh waktu lama bagiku untuk melacak keberadaan seseorang tapi kenapa hanya untuk melacak keberadaan mathilda bisa sesusah ini" dia mengusap rambutnya kasar melampiaskan rasa frustasi nya

"Atau apa mungkin ada seseorang yang sengaja menyembunyikan keberadaan mathilda dariku" monolog stefan, dia terdiam memikirkan kemungkinan yang terjadi

"tapi siapa"

"Hanya ada 3 orang kemungkinan yang bisa menyaingi keahlian hacker ku,   tapi tidak mungkin mereka" ucap stefan

"Atau salah satu dari mereka" mata stefan bersinar dengan cahaya dingin

Tangannya terkepal kuat, dia menunju tembok keras beberapa kali melampiaskan kemarahan dihatinya

╞═════𖠁𐂃𖠁═════╡

Kuk kuruyuk

suara ayam datang bersahutan menandakan hari sudah pagi, walaupun masih gelap karena masih jam setengah lima pagi namun sudah terdengar bunyi aktifitas warga

Mathilda terbangun dari tidur nyenyaknya, dia menguap malas dan meregangkan tubuhnya

Melihat hari masih gelap dia kembali membaringkan tubuhnya, ntah kenapa hari ini dia hanya ingin bermalas malasan dikadurnya

Tidak ada niatan bangun, dia memehamkan matanya dan kembali tertidur

Tok tok tok

Suara ketukan terdengar dari pintu dilantai bawah, mathilda kembali membuka matanya dengan malas

(▀̿Ĺ̯▀̿ ̿)ᵏⁿᵒᶜᵏ ᵏⁿᵒᶜᵏ

Kini ketuka terdengar lebih keras membuat mathilda bangun dari kasurnya

Dia berjalan kearah kamar mandi, membasuh wajahnya dan menyikat giginya

Kemudian dia keluar dari kamar mandi dan berjalan kearah pintu kamarnya

Dia berjalan keluar kamar menuruni tangga setelah sampai dilantai satu dia bergegas membuka pintu

Setelah pintu terbuka seorang pemuda manis yang tampak berusia 16 - 17 tahun berdiri didepan pintunya dengan rantang ditangannya

Dia menatap mathilda dengan wajah merah "i-ini dari ibuku, d-dia menyuruhku memberikannya pada kakak"

Pemuda itu memberikan rantang itu ditangan mathilda kemudian ia berlari kencang menjauh dari rumah mathilda

Mathilda melongo melihat kecepatan lari pemuda manis itu kemudian dia tertawa melihat tingkah lucu pemuda manis itu

Dia menggeleng kan kepalanya dan kembali madu kedalam rumah dengan rantang pemberian ibu pemuda manis itu ditangannya

Mathilda berjalan kearah dapur dia mengambil tempat untuk menyimpan lauk pauk didalam rantang

ada nasi putih, sup ayam dan sambal pete didalam rantang itu, aroma sup ayam memenuhi isi dapur begtu juga sambal pete yang entah kenapa malah membuat mathilda ngiler

Bahkan lier nya sudah keluar dari sudut bibirnya, dia menutup mulutnya dan mulai memakan isi rantang itu dengan lahap

Sexy figureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang