Halow ... Halow ....
بسم الله الرحمن الرحيم
●
●
●
Waktu dua minggu sudah berlalu begitu saja, kini Fira mulai berkemas dari asramanya dan segera meluncur menuju rumah. Ia tidak sabar untuk memberi kejutan pada Abi, karena ... Fira bilang pulangnya masih sekitar minggu depan.
Taxi itu berhenti tepat di depan pekarangan rumahnya. Fira terdiam sejenak, ia sangat merindukan rumahnya itu. Dengan segera ia membayar lalu turun dengan kopernya. Baru saja Fira ingin mengetuk pintu, tiba-tiba saja pintu itu terbuka. Kedua insan itu terdiam dengan saling menatap.
Hening. Hingga Fira tersenyum membuat lelaki di depannya itu terngangga sampai tak mengedipkan matanya sama sekali. Fira tertawa melihat ekspresi suaminya itu, ia berjinjit lalu mengecup singkat pipi lelaki di hadapannya itu.
"Halo suamiku," ujarnya seraya tersenyum manis.
Fizo sontak langsung memeluk istri kecilnya itu. "Kamu kenapa ngak ngabarin kalau mau pulang? Kamu gak mau aku jemput?" Tanyanya seraya melepas pelukan lalu menyeka air matanya.
Fira terkekeh. "Ih Abi cengeng. Fira cuma mau kasih suprise!"
Fizo tersenyum semakin lebar. Ia kembali memeluk istri kecilnya itu. "Yah. Yah, ini sangat surprise, humairaku."
Humairaku. Tiba-tiba saja Fira meneteskan air mata, sudah lama rasanya ia mendengar Fizo memanggilnya dengan sebutan Humaira dengan keadaan sedekat ini. Terakhir ... sebelum Violet memasuki hubungan mereka.
Fira mulai melepas pelukannya. Ia melipat kedua tangannya di depan dada seraya menautkan kedua alisnya kesal. "Fira tidak dipersilahkan masuk?"
"Ah? Tafadoly ya Humairaku ...." ujar Fizo seraya menunduk seperti hormat seorang bangsawan.
Fira tersenyum sangat senang. Ia membalas hormat itu dengan mengangkat sisi kanan kiri gamisnya dengan kepala sedikit menunduk lalu mulai berjalan memasuki rumah. "Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam." Vio mengerutkan keningnya. "Fira?" Bingungnya.
"Ya, hai Vio," sapa Fira dengan senyuman manisnya. Namun setelah itu ia langsung berlalu menuju kamarnya.
"Ha-hai." Vio dibuat semakin heran dengan sikap Fira. Tidak biasanya gadis alpukat menjengkelkan itu bisa sopan padanya. Tumben, biasanya dia panggil aku Lelet. Batinnya heran.
Vio ditambah heran saat melihat Fizo yang berlari di belakang Fira. Bukankah tadi laki-laki itu baru saja pamit akan berangkat kerja? Lalu ... mengapa malah kembali?
"Em ... ma-" Vio mengurungkan niatnya untuk memanggil Fizo. Lagian Fira juga baru sampai, pasti mas sangat rindu dengan perempuan itu. Biarlah. Batinnya lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Perlahan Fizo membuka pintu kamar Fira. Sontak keningnya mengerut heran saat melihat istri kecilnya itu menangis. Baru saja ia datang dengan tawanya, mengapa kini ia kembali meneteskan air mata?
"Ra? Kamu kenapa?" Tanya Fizo seraya merangkul pundak Fira. Gadis itu menatap Fizo sebentar lalu kembali menangis seraya menundukkan wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan Tidak Seindah Bayangan [END]
Romance🚫Latar Belakang Cerita Diambil Dari KISAH NYATA🚫 ⚠️Aku tau ceritaku gak sebagus yang lain, tapi plagiat jauh-jauh ya⚠️ Perjodohan merupakan suatu hubungan yang akan dibawa ke jenjang serius, namun pasangan dipilihkan oleh orang lain. Opini orang t...
![Perjodohan Tidak Seindah Bayangan [END]](https://img.wattpad.com/cover/340025469-64-k44205.jpg)