Note: khusus part yg gue publish di KaryaKarsa gak akan gue publish disini ye.
"Jeff, gue butuh lo."
"Tumben lo butuh gue?"
"Gue hamil."
Tatapan Chelsea dan Jeff saling beradu. Chelsea mengendurkan pelukan, lalu dia gulingkan tubuhnya ke samping menjauhi Jeff, dan pria itu langsung mematikan panggilan. Jeff kembali menarik Chelsea mendekat. Chelsea menggeleng pelan. "Aku emang bodoh," gumamnya, menyesal.
"Sayangku, Mas gak pernah ngelakuin itu, kecuali sama kamu barusan," ujar Jeff.
Memangnya apa jaminannya? Chelsea terlanjur kesal, dia merasa dibohongi. Maka tanpa menghiraukan Jeff, dia tinggalkan pria itu, melenggang ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tapi rupanya Jeff tidak menyerah, disusulnya Chelsea, dia peluk tubuh telanjang gadis itu dari belakang setibanya di kamar mandi. "Sayangku," mohon Jeff, "Mas beneran gak pernah ngelakuin itu, kecuali sama kamu barusan," ulangnya meyakinkan. "Percaya ya sama Mas?"
"Terus Tante Nola hamil sama siapa kalau bukan sama Mas?" Chelsea mendongakkan kepala ke belakang.
Jeff menghela nafas panjang. "Kenapa kamu fokusnya ke Mas? Maaf ya, sayang, tapi Mas harus bilang, kalau tantemu gak sepolos dan sebersih itu. Dia bahkan pernah bawa pacar bulenya itu ke rumah dan mereka ngelakuin itu di kamar. Jadi sekarang kemungkinan besarnya dia hamil sama pacarnya. Karena Mas gak pernah nyentuh dia sama sekali, malah kamar kita aja beda," beber Jeff, entah benar atau tidak. Tapi bicara mengenai laki-laki bule yang dimaksud Jeff, Chelsea tahu siapa orangnya. Dan soal kamar Jeff dan Tante Nola, Chelsea juga ingat sewaktu tinggal di sana, Jeff tidak menempati kamar yang sama dengan Tante Nola. Kadang pria itu memilih bermalam di ruang kerjanya. Selain itu gaya bicara Jeff ke Tante Nola juga tidak selembut ketika pria itu berbicara dengannya. "Mas cuma mau kamu, sayangku. Tolong percaya," pintanya dengan nada melas kemudian tangannya meremas payudara Chelsea yang terekspos sempurna. Sekilas Jeff mengecup bibir Chelsea. "Sekarang Mas temui tantemu dulu ya? Boleh?"
"Gak boleh." Chelsea menggeleng.
"Sayang—"
"Kalau Mas sayang sama aku, Mas di sini aja." Chelsea balik badan, menghambur ke pelukan Jeff. Ia dekap tubuh pria tampan itu dengan erat. "Aku udah ngasih apa yang aku jaga selama puluhan tahun ke Mas, aku gak mau kehilangan Mas."
Jeff mendaratkan kecupan-kecupan lembut di puncak kepala Chelsea, kemudian dia turunkan pandangan menatap mata Chelsea dan kedua tangannya menangkup pipi gadis itu. "Iya, sayangku. Mas gak akan pergi. Mas gak akan ninggalin kamu. Mas akan stay di sini sama kamu. Tapi ... Mas harus nemuin tantemu. Mas mau nyelesaiin hubungan Mas sama dia, supaya kita bisa sama-sama nantinya."
"Janji pulang cepat?" Chelsea menyodorkan jari kelingking.
Bukannya disambut dengan mengaitkan jari kelingking, Jeff malah menggigit kecil jari itu, buat Chelsea mengaduh protes, dan Jeff tertawa pelan. Setelah itu dia hampiri bibir Chelsea, dia cumbu gadis kecilnya sebentar, hingga Jeff sadar bahwa dia harus segera pergi.
Jeff tidak langsung pergi usai merapikan pakaian.
Chelsea juga sudah merapikan pakaian.
"Sayangku, Mas pergi dulu ya? Besok kita ketemu lagi." Jeff kecup kening Chelsea.
Sejak pengakuan Jeff malam itu, entah Chelsea yang mudah terbawa perasaan atau sebagian hatinya tanpa sadar sudah dilabuhkan ke sosok Jeff, tapi yang jelas dia merasa nyaman. Dia merasa menemukan tempat pulang. Dia merasa tidak lagi sendirian. Walau dia juga sadar, dia lebih dulu tertarik dengan Ben. Tapi menyadari kasta, sepertinya dia tidak pantas bila disandingkan dengan pria itu. Terlebih ibu Ben tidak mengkehendaki. Dan lagi, Ben sudah dijodohkan dengan wanita yang jauh lebih sempurna darinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Chelsea; My Sexy Girl [21+] | END ✔️
RomanceChelsea Aurora is fighting for her life. Among the twists and turns she faces, she is confronted by two perverted men who are obsessed with her breasts. But despite all that, Chelsea also feels lucky to have met Benjamin Dirgatama. Dimulai: 30 Janua...