06.

634 75 4
                                        

Minghao,  Jun,  dan Sooyoung kini sampai pada sebuah toko perhiasan mewah yang terkenal di ibukota kenegaraan Jordan. 

Kini tiga orang itu pun masuk kedalam dan memilih beberapa deretan cincin,  gelang,  kalung,  ataupun hanya emas, permata,  bahkan logam dan batu mulia yang berjejer rapi di etalase toko perhiasan tersebut.

Kedatangan mereka  bertiga  itu sontak saja disambut dengan hangat oleh pemilik toko,  ia menyambut tiga orang itu dengan penuh senyum dan ramahnya.

" Suatu kehormatan bagi saya,  karena kedatangan anda.  Yang mulia permaisuri, yang mulia Raja,  dan Tuan Muda.  " sapa pemilik toko perhiasan itu dengan ramah.

Sooyoung tersenyum, 

" Terimakasih atas sambutan mu,  aku merasa tersanjung.  Kedatangan ku kemari aku mencari sepasang cincin pernikahan.  Karena anakku dengan anak dari Grand Duke Xuan akan melangsungkan pernikahan mereka lusa nanti.  Jadi apa kah ada cincin yang pas?  " tanya Sooyoung.

Dengan semangat sang pemilik toko perhiasan itu pun mengangguk,  ia dengan segera menggiring ketiga orang itu untuk lebih masuk kedalam toko.

" Tentu nya ada,  bahkan kami memiliki beberapa model cincin yang elegan dan terkesan mahal untuk pernikahan Yang Mulia Raja dan Tuan Muda.  " ucap Pemilik toko perhiasan itu ramah.

" Dan juga,  saya mewakili seluruh pekerja toko,  mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian yang akan diadakan lusa.  Hamba merasa agak terkejut karena jangka waktu pembelian cincin dengan hari pernikahan nya adalah dua hari.  Namun semoga nanti tidak ada kendala pada acara suci Tuan dan Yang mulia sekalian.  " lanjut sang pemilik toko itu dengan tulus.

" Ayo masuk dan lihat - lihatlah beberapa model - model cincin kami.  " ucap sang pemilik toko perhiasan itu.

Pemilik toko itu dengan segera menitahkan dua anak buahnya untuk mengambilkan beberapa model cincin yang bahkan belum diperkenalkan pada umum. 

Beberapa detik kemudian,  datanglah dua anak buah dari pemilik toko perhiasan itu.  Kedua nya sama - sama membawa rak kaca yang memiliki roda untuk dibawa berjalan.

Dua rak kaca yang terlihat lebih dari 10 pasang cincin itu nampak terlihat memikat mereka yang melihatnya.  Bahkan Minghao sudah terpesona dengan model - model yang simple namun tetap memancarkan aura elegan yang berasal dari cincin tersebut.

" Nah ini lah beberapa model yang sudah kami buat,  namun belum sempat kami edarkan untuk khalayak umum. Silahkan di lihat - lihat yang mana model yang terasa cocok bagi Yang mulia dan Tuan juga. " ucap sang pemilik toko itu ramah.

Minghao menatap ke arah semua model cincin yang sangat indah itu.  Namun manik indahnya itu kini malah terpaku pada sepasang cincin yang hanya satu - satunya memiliki model yang berbeda itu.

Terlihat sekali perbedaan yang sangat mencolok pada dua cincin itu.  Dari segi warna,  cincin itu memiliki warna yang sedikit silver namun agak gelap.  Sedangkan warna satunya adalah baby pink,  namun tak terlalu mencolok. 

Juga tak ada ukiran rumit yang timbul disana,  hanya satu ukiran yang nampak seperti akar itu yang saling melengkapi. 

Juga permata yang memiliki warna batu mulia yang berbeda.

Untuk yang berwarna silver agak gelap itu,  batu permatanya warna abu - abu.  Namun untuk warna pink baby nampak batu permatanya berwarna antara gradasi biru juga warna merah muda yang sangat indah.

Sooyoung yang melihat Minghao yang menatap satu objek cincin itu pun bertanya pada sang calon menantu.  Ia tak bertanya pada anaknya sendiri,  karena percuma.  Jun saja hanya menatap tanpa minat pada rak yang terisi banyak pasang cincin yang terlihat mempesona.

" Kau menyukai model itu menantuku? " tanya Sooyoung membuat Minghao terkesiap kecil.

Minghao menatap Sooyoung yang tersenyum lembut menatapnya, 

" Tak apa,  jika kau memang menyukainya.  Anak ku itu memang orang yang tak peduli dengan sekitar. Jadi mungkin ia hanya menatap tak minat ke arah rak yang berisi pasang pasang cincin yang indah dan mempesona ini. " ucap Sooyoung yang melihat keraguan pada binar cantik calon menantunya ini.

Menggemaskan sekali, batin sang permaisuri.

" eum.. Hamba menyukainya. " cicit Minghao.

Senyum lebar timbul di wajah cantik dari Sooyoung, ia menganggukkan kepalanya.

" Kurasa aku mengambil sepasang cincin ini.  Karena menantuku menginginkannya.  Dan kurasa,  cincin ini memang sangat indah dan mempesona.  " ucap Sooyoung seraya menunjukkan tangan lentiknya pada salah satu pasang cincin yang berbeda warna namun terlihat sangat indah itu.

Sang pemilik toko perhiasan itu menganggukkan kepalaya,

" Memang indah,  ini adalah rancangan pertama Hamba,  yang mulia permaisuri. Baiklah jika memang ini yang diinginkan.  Yang mulia dan Tuan Muda sekalian bisa ikuti saya untuk mengukur jari manis anda sekalian. " ucap sang pemilik toko perhiasaan tersebut.

Ia pun menggiring Jun dan Minghao untuk ikut ke dalam sebuah ruangan yang merupakan ruangan khusus untuk mengukur ukuran dari jari seseorang.

" Baiklah,  Hamba meminta Izin kepada yang mulia dan Tuan muda sekalian. " ucap sang pemilik  toko perhiasan  itu pada Minghao dan Jun.

Minghao dan Jun menganggukkan kepala mereka dan menjulurkan tangan mereka, membiarkan sang pemilik toko perhiasan dan salah satu anak buahnya mengukur jemari manis mereka berdua.

Beberapa detik kemudian berlalu,  kini keduanya kembali digiring oleh pemilik toko perhiasan itu kembali ke tempat semula.

" Nah,  sudah selesai. Hamba pastikan esok malam pasangan cincin yang anda sekalian pesan akan sampai ke kekaisaran. " ucap sang pemilik toko perhiasan itu.

Sooyoung menganggukkan kepalanya paham,  kemudian tersenyum dan pamit pada mereka.

" Baiklah,  kami pamit ya.  Senang bertemu dengan anda.  " pamit Sooyoung.

" Tentu,  ini merupakan suatu kehormatan bagi hamba.  Semoga perjalanan Yang Mulia dan Tuan muda sekalian aman.  Terimakasih sudah mau berkunjung dan mempercayakan kinerja kami untuk membuat cincin. " ucap sang pemilik toko perhiasan itu.

Sooyoung tersenyum dan kemudian pergi dari toko perhiasan itu,  diikuti oleh Minghao dan Jun yang hanya diam sejak tadi.

tbc
udah triple ni.
minimal vote nya lah
komen di setiap paragraf deh kalo bisa
Mau liat seantusias apa si kalian
Buat fanfict JunHao ini
Btw esok senin.
Mana aku ulangan harian matik lagi di jam pertama 😭😭😞

JORDAN CLAN [JUNHAO]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang