"Mencintaimu adalah penghargaan yang luar biasa."
Bukankah desahanku itu nikmat bagimu, Tuan? Lantas mengapa kau jahit mulutku?
Terus saja mengambil dalih cinta sebagai pagar dari gelombang nafsu!
Terus saja kau salahkan desahanku,
tapi kau timan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sinar di ufuk timur sangat tajam Meskipun aku sedang terpejam Bayangmu mengalahkan tajamnya sinar di kala deraian nada terpancar dari ayam Kini gerakmu masih terpendam
Lagi dan lagi ... rindu ini menggerogoti Hampir setiap aksara yang aku pintasi Kata rindu selalu menghiasi Apa tidak ada naluri yang tersampai?
Sorak hatiku sedikit nyala Saat kupandang torehan jiwamu di atas masa Yaaa ... bukan datang dalam lembar ini sebenarnya Namun, setidaknya torehan masa yang aku lihat bisa melipur lara
Jangan buat aku ragu Jangan sampai menjadi lelaki semu Tetaplah kokoh untukku Ada hati dan waktu yang terus bersaing untuk menyingkirkan peluru