"Mencintaimu adalah penghargaan yang luar biasa."
Bukankah desahanku itu nikmat bagimu, Tuan? Lantas mengapa kau jahit mulutku?
Terus saja mengambil dalih cinta sebagai pagar dari gelombang nafsu!
Terus saja kau salahkan desahanku,
tapi kau timan...
Aku memintamu datang Untuk menjemput detak yang masih menjadi bayang Di mana hatimu sekarang Dengarkan, aku akan bercerita banyak, Sayang ....
Sanggupkah sekarang untuk mendengar? Semalam, ada satu mawar Singgah lama di dalam tempat penawar Tentu itu membuat hati ini bergetar
Aku menyimpan cerita kita dalam bait aksara Menguncinya di dalam hati yang bermakna Kamu hebat bisa menggaliku sedalam samudra Ini nikmat yang tak bisa didusta
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.