Merakit Harapan
Aku menulis harapan
Untuk sekarang maupun masa depan
Tengah malam membawa kehangatan
Atas melangitnya doa yang kucurhatkan
Sesibuk apa, sih ... Sayangku
Sampai selama ini belum juga memberi rambu
Atau sengaja memperlambat temu
Agar terhindar dari membisu?
Ada kekuatan untuk bersatu
Ada tekad yang tak semu
Semoga kamu di sana tidak pilu
Bisa merinduku dengan rasa yang tertuju
Seberat apapun rindu
Jika untuk kita, akan tetap tersangga bahu
Merindu tidak segampang membawa kerikil batu
Semoga salamku tersampai untukmu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-AZIZAH BOUNTY-
Ponorogo, 5 Oktober 2023
____________________________________
Az mulai nyaman pakai kata 'kamu' untuk Al. Ia menyampaikan salamnya lewat aksara do'a
KAMU SEDANG MEMBACA
Desahan Rindu
Puisi"Mencintaimu adalah penghargaan yang luar biasa." Bukankah desahanku itu nikmat bagimu, Tuan? Lantas mengapa kau jahit mulutku? Terus saja mengambil dalih cinta sebagai pagar dari gelombang nafsu! Terus saja kau salahkan desahanku, tapi kau timan...
