"Mencintaimu adalah penghargaan yang luar biasa."
Bukankah desahanku itu nikmat bagimu, Tuan? Lantas mengapa kau jahit mulutku?
Terus saja mengambil dalih cinta sebagai pagar dari gelombang nafsu!
Terus saja kau salahkan desahanku,
tapi kau timan...
Sayang Kapan ya dialog kita terpampang Mengguyur rindu yang kini gesang Batinku merintih dan mengguncang
Kembali terbangun di tengah cahaya bintang yang mempesona Teringatmu dengan dalam, rindu ini sungguh merana Dialog cinta kita adalah doa Mencintaimu adalah diamku dengan suara
Mencintaimu bukan berarti jalan untuk merusakmu dari tahta Aku yakin kamu lelaki yang peka rasa Allah maha baik dan bijaksana Semoga persatuan cinta kita ialah bagian dari takdir-Nya
Bangunku meminta satu doa Mohon akan terbukanya hatimu dengan cinta yang tak dusta Yang sasarannya tepat untuk samudera kita Doamu, doaku, dan kehendak-Nya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.