TS 15. Rintik Sapamu

15 3 0
                                        

Rintik Sapamu

Sekian masa kau hilang Menusukku tanpa terbilang Bukan menusuk yang membuatku hancur menjadi arang  Namun, tusakanmu mematahkan rasa untuk yang lain hanya untuk kamu seorang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sekian masa kau hilang
Menusukku tanpa terbilang
Bukan menusuk yang membuatku hancur menjadi arang 
Namun, tusakanmu mematahkan rasa untuk yang lain hanya untuk kamu seorang

Malam ini gerimis menghiasi nada rinduku
Memberi syair atas rapuhnya hatiku
Bumi telah disapa dengan yang ditunggu
Bagaimana dengan kamu, Cintaku?

Banyak hembusan napas yang kamu relakan untukku
Bahkan tenaga dan cucuran air perang yang bersatu
Ini yang semakin membuat rinduku tak terbilang untukmu 
Terus mengharapkan titik temu yang tak semu

Karena itu, kamu pantas duduk di tahta yang aku bangun
Mengayun untuk menuntun
Melenyapkan sesak yang kini kuhimpun
Merangkai cerita dua hati yang sempat tertimbun

Sapaanmu di petang senja mengayun aksara
Melegakan dada dari guncangan lara
Iya, cukup sebenarnya
Namun, dunia tak berhenti di titik ini saja

Aku ingin tersenyum
Bak bumi yang benar-benar terasa basah atas lembutnya  gerimis harum
Sadar, kamu masih sibuk merakit jarum
Semoga kesabaran bertahta atas rindu bertaut kagum

—Azizah Bounty—
Ponorogo, 14 Oktober 2023

Desahan Rindu Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang