"Mencintaimu adalah penghargaan yang luar biasa."
Bukankah desahanku itu nikmat bagimu, Tuan? Lantas mengapa kau jahit mulutku?
Terus saja mengambil dalih cinta sebagai pagar dari gelombang nafsu!
Terus saja kau salahkan desahanku,
tapi kau timan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mencintaimu adalah awal dari langkah hatiku Mungkin mereka heran, kenapa aku menjadi seperti itu Kenapa cinta yang menjadi topikku Kenapa berbanding balik dengan yang dulu
Bukan karena aku lupa akan jati diri Cinta tidak selalu tentang perkara yang harus dipungkiri Otakku punya dimensi, tentang kapan cinta harus kupandangi Karena yang fana itu bukan akibat cintanya, tapi penerimaanya yang tak terkendali
Mencintaimu saat ini adalah perekat Melatih jiwa tuk bersatu dalam renungan rindu yang tak dekat Merajut curahan asa tuk mendarat Mencintaimu ialah racun dari penat
Bersuaralah Seperti apa suaramu sekarang saat mengucap basmalah Apa masih sama saat dulu kita dalam satu rumah arah Ketahuilah, suaramu itu penyejuk panas perenggut amarah