"Mencintaimu adalah penghargaan yang luar biasa."
Bukankah desahanku itu nikmat bagimu, Tuan? Lantas mengapa kau jahit mulutku?
Terus saja mengambil dalih cinta sebagai pagar dari gelombang nafsu!
Terus saja kau salahkan desahanku,
tapi kau timan...
Hai senja Aku telah terpikat dengan warnamu yang penuh nuansa Aku telah terpikat dengan waktumu yang penuh gelora Air mataku berhasil sering menyapa kala kamu tiba
Air mata berjalan menyusuri dinginnya wajahku Di waktu senja, aku sering teringat dengan pemikat hatiku Sayangnya, yang terus diurut sekarang ini masih hanya pelukan rindu Apa artinya aku harus belajar tentang senja yang mengadu
Aduan senja itu jumlahnya tak terbilang Ada yang menampar ada pula yang memberi getaran yang sangat gemilang Jika memang kehadiranmu laksana senja yang pasti hadir pada waktunya, aku ingin sekarang ini aku berada di satu detik sebelum senja itu tiba Namun, tak mau berpindah dipeluk malam secepat waktu dalam kenyataan dunia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.