"Mencintaimu adalah penghargaan yang luar biasa."
Bukankah desahanku itu nikmat bagimu, Tuan? Lantas mengapa kau jahit mulutku?
Terus saja mengambil dalih cinta sebagai pagar dari gelombang nafsu!
Terus saja kau salahkan desahanku,
tapi kau timan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tuan ... senduku kabur karena luruhmu dalam bingkai aksara Tuan ... pahitku terbang karena manismu bermuara Tuan ... jika singgahmu adalah sebuah rahasia, maka sungguhmu adalah sudut terbaik dari seluruh benua Tuan, jika waktumu dirasa hilang karena cinta, maka sudah selayaknya kamu mendekap rasa dalam singgasana
Al: Status di layar hijau (Foto Tugu Golong Giligbercaption Apakah air itu basah)
Az: Tidak, Tuan ... jikalau sang air mufrod di tengah samudera api
Al: Tetap bisa membasahi api
Az: Iya Tuan ... basah dengan membasahi beda, bukan? Sekedar mampu membasahi, tapi dirinya udah tak lagi basah. Ibaratnya kalau di tengah kehidupan tuh ia sekedar mampu untuk menghadapi, tapi sejatinya udah tak lagi kenal dengan jati diri. Sama halnya dengan di dunia romansa juga, ia sekedar mampu mencintai, tapi udah nggak tahu lagi apa itu cinta
Al: Kok bisa membasahi kalok dia sendiri tidak basah?
Az: Bisa karena air tetap menjalankan amanah
Al: Bagaimana caranya
Az: Ketika air memeluk api itu otomatis dia langsung membasahi, tapi dengan seketika aura basahnya jadi hilang. Ini sama ketika Tuan menikahi seseorang yang tidak Tuan cintai, tapi sebagai suami Tuan tertuntut untuk menaruh titah tanggung jawab melakukan perkara-perkara yang dalam tanda kutip direkrut untuk mencintai. Air di tengah api juga punya tanggung jawab, yaitu untuk membasahi dan ia pun melakukan semampunya. Meskipun tak terasa basah lagi, tapi label dia itu di dalam gemuruhnya api tetap membasahi
Az: Hubungannya caption sama gambarnya apa? Apa mengenai karakter mereka? Air punya basah, golong punya bentuk bulet gemoy
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Al: Coba cari tau sendiri
Az: Yang aku sebut barusan salah?
Al: Coba liat lebih dalam
Az: Bagian apanya?
Al: Semuanya
Az: Airnya nylurut kalo mengenai golong gilig😂, itu bukan?
Az: Jadinya air yang melewati golong tadi terlihat tidak basah di golongnya, kayak pas berada di plastik, daun talas
Az: Kasih tahu maksudnya and makna tersiratnya, hari ini Sabtu kan ... udah saatnya aku tahu tentang hal tersebut
Al: Semua barang klok terkena air pasti basah kecuali barang yang dikecualikan
Dalam meraba kusaksikan air itu pasti basah Ternyata dalam sebuah penelitian dikatakan air itu tidak basah, hanya saja doktrin manusia yang sedari awal mengenalkan yang namanya air itu basah ... jadilah hal itu yang menjadi ranah Ya ... kukira akan menjadi sebuah sindiran tentang pertanyaan yang tak berguna bagi kita yang masih tinggal di atas tanah
Ternyata, apa sih yang sia-sia? Mana sih pertanyaan yang tak ada guna? Nggak ada, jika itu disikapi dengan mata dan hati yang sama-sama peka raya Pertanyaanmu membuatku terjun ke langit perwira
"Ternyata, banyak fakta dari unsur-unsur pengetahuan yang sangat elit dalam menanggapi tentang air basah. Selain majas yang memahat indah di kehidupan dunia, kutelusuri di media dan bertemulah dengan nuansa yang melarikkan bahwa air itu sendiri tidak basah dikarenakan air itu cair, secara teknis air tidak basah ... basah perlu suatu zat untuk bersentuhan dengan suatu permukaan yang mana dalam titah ini air adalah zat. Aku mulai paham, kenapa jawaban akhir kamu begitu, Sayang."
Semua yang terkena air pasti basah, kecuali sesuatu yang dikecualikan Semua yang diperjuangkan pasti akan merekah, kecuali yang dikecualikan Hampir lupa meneteskan arti penjajah yang kemarin melilit keburukanku di hadapanmu sang Madaharsa Yaaa ... aku banyak salah, banyak mengutip tanda tanya tanpa melingkar dulu dalam cahaya .... anggap bonus ya Tuan ... hahha ... peluklah kata bahwa wanita tidak pernah salah
Azizah Bounty Ponorogo, 2 Mei 2024
---------------------- Tugu Golong Gilig telah mengalami masa perubahan dikarenakan adanya gempa. Untuk yang ada di foto tersebut merupakan bangunan setelah dibangun ulang yang mana mempunyai bentuk berbeda dari yang dulu sehingga makna-makna dari setiap organnya pun ikut berbeda. Sebenarnya, nama Tugu Golong Gilig juga sudah berevolusi, yakni beralih menjadi Tugu Jogja atau bisa disebut Tugu Pal Putih.