TS 33. Perantara Restu Beraksi

26 7 1
                                        


Perantara Restu Beraksi

Ah, bulshit! Chat di sebelah itu hanya runtutan bayangan yang sedang sengitTidak peka-peka kalau rindu lagi melilit Kamu baru hadir hari ini, dan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ah, bulshit!
Chat di sebelah itu hanya runtutan bayangan yang sedang sengit
Tidak peka-peka kalau rindu lagi melilit
Kamu baru hadir hari ini, dan ... mari kita hilangkan seluruh rasa sengit tanpa pelit

Al: "Aku enggan ke pagar depan."

'Datang-datang membawa kata enggan! Mana chat yang bagian serius diskip begitu saja!'

Namun, saking rindunya aku tidak masalah dengan kata itu
Kemarin kusaksikan ada bekas dari sang mahligaiku memberi aksara untukmu
Kenapa? Mengapa? Ini lebih penting aku bahas mumpung kamu belum kembali ke tempat baku
Suasana lebaran masih sangat harum, entah bekas yang kutemukan ini justru membuatku bahagia atau tidak, jujur aku bingung saat dihadapkan dengan hal itu

Az: "Kamu diberi apa oleh mahligaiku?"

Al: "Labelnya yang mana?"

Az: "Ini (Kirim ss akun)"

Al: "Oh, seperti biasanya kalau lebaran, Az."

Az: "Itu aja?"

Al: "Iya."

Az: "Tahu kalau beliau mahligaiku?"

Al: "Nggak tahu."

Sedikit pun tidak ada perencanaan sang mahligai denganku
Entah gimana langkah sang mahligaiku bisa ketarik mengucapkan itu padamu
Dan entah juga kamu jujur atau tidak padaku
Semoga saja ini  menjadi langkah jalur cepat dan tepat dalam bersatu

Sayang, makasih ya udah hadir di tengah wacana yang kupinta
Denyutan nadimu belum bisa kurasa
Nafas segarmu belum bisa kuraba
Tubuh hangatmu belum bisa kujelma

Kamu sadar, 'kan?
Kita berada dalam kungkungan usia asmara yang penuh gertakan
Hasrat berperang dengan seluruh butir-butir cinta yang tergulung arakan
Aku takut terbuai untuk meluruhkan kungkungan ini ke aroma nafas yang salah ... tidak salah  bukan jika doaku melangit agar kita segera dipaku dalam aroma nafas yang dibenarkan?

Deraian rinduku padamu hari ini diobati dengan berlariknya senyuman
Bukan hanya itu, tapi juga dengan secerca kabar yang menegangkan
Satu lagi ... dengan pengakuan yang mengejutkan

Az: "Kenapa nggak direplay semua, sih?"

Al: "Mana yang belum?"

Az: "Tentang kesalahanku."

Al: "Yaaa ... aku nggak ngerti dong."

Az: "Gak usah sok nyembunyiin gitu, jawab aja gpp."

Al: "Kamu gak boleh jadi penjajah🤣🤣."

'What? Apa maksud kamu, Sayang?'

Azizah Bounty
Ponorogo, 15 April 2024

Desahan Rindu Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang